Publisher is the useful and powerful WordPress Newspaper , Magazine and Blog theme with great attention to details, incredible features...

Polisi Mulai Tindaklanjuti Laporan Nasabah Koperasi Syariah Mualamah Primadana

19
Seorang nasabah Koperasi Syariah Muamalah Primadana mendatangi kantor koperasi yang berada di Jalan Suryojenggolo, Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Grobogan yang sudah sepi tanpa aktivitas, Senin (25/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Laporan dugaan penipuan dan penggelapan yang dilayangkan nasabah Koperasi Syariah Mualamah Primadana ke Polres Grobogan mulai ditindaklanjuti. Sejumlah korban sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Selain itu, korban juga diminta melengkapi bukti-bukti pendukungan untuk melengkapi laporan.

“Laporan itu sudah kita tangani. Kami sedang mendalami dan mengumpulkan bukti-bukti tambahan. Termasuk diantaranya memintai keterangan saksi-saksi lain dan nasabah koperasi yang jadi korban,” kata Wakapolres Grobogan Kompol Wahyudi Satrio Bintoro, Sabtu (30/9/2017).

Menurut Wahyudi, pihaknya akan menangani kasus dugaan penipuan dan penggelapan itu sampai tuntas. Dari pemeriksaan sementara, diketahui manajer koperasi diduga kuat sudah menghilang sejak beberapa bulan lalu.

Mengenai jumlah kerugian maupun berapa banyak nasabah yang jadi korban, Wahyudi belum bisa memastikan. Soalnya, proses pemeriksaan masih dalam tahap awal.

Seperti diberitakan, kasus dugaan penipuan dan penggelapan menimpa sejumlah nasabah Koperasi Syariah Muamalah Primadana. Yakni, menyangkut dana talangan haji dan bunga deposito. Buntut tidak adanya kejelasan, beberapa nasabah koperasi memilih melaporkan kasus tersebut pada pihak Polres Grobogan, Selasa (19/9/2017) lalu.

Sejumlah nasabah dan pegawai Dinas Koperasi dan UMKM Grobogan sempat mendatangi kantor koperasi yang berada di Jalan Suryojenggolo, Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Grobogan tersebut, Senin (25/9/2017).

Saat tiba di lokasi, para nasabah tidak menjumpai aktivitas apapun. Kondisi kantor yang sudah lama tutup terlihat mangkrak.

Kabid Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UMKM Grobogan Pariman mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan data-data terkait kepengurusan koperasi tersebut. Saat ini pihaknya mencari keberadaan pengurus koperasi lainnya untuk mencari data. Hal itu dilakukan karena manajer koperasi diduga kabur dan tidak diketahui keberadaannya. 

Editor: Supriyadi

Ruangan komen telah ditutup.