Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Berburu Semur Kutuk Legendaris di Kawasan Terminal Kayen Pati



Reporter:    /  @ 14:11:18  /  30 September 2017

    Print       Email

Sri Murni sedang menyajikan semur kutuk kepada pelanggan di warungnya di Terminal Kayen Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Malam itu suasana di kawasan Terminal Kayen begitu lengang. Hanya ada beberapa orang yang nampak bercakap-cakap sembari menyulut kretek.

Di sudut terminal pinggir jalan, dua orang sedang menyantap kuliner Semur Kutuk di sebuah warung tua berdinding papan dan berlantaikan tanah. Keduanya terlihat lahap menikmati seporsi lontong plus kepala ikan gabus sebesar satu kepalan tangan orang dewasa.

Ikan gabus itu yang disebut ikan kutuk. Ikan tawar yang biasa dijumpai di rawa-rawa dan sungai itu dimasak “semur” dan disajikan secara terpisah dengan lontong.

Ada dua jenis kuah semur yang ditawarkan, yakni rasa pedas dan sedang. Namun, semur kutuk cenderung memiliki cita rasa yang pedas.

Baca Juga: Maknyus!! Kuliner Khas Tambak di Jalan Juwana-Tayu Pati Ini Bikin Nagih

Penikmat kuliner juga bisa memilih nasi atau lontong. Cita rasa semur kutuk semakin lengkap dengan makanan pelengkap yang disuguhkan, seperti bakwan atau pia-pia dan kerupuk.

Penjual semur kutuk, Sri Murni (54) mengatakan, satu porsi semur kutuk dijual dengan harga dari Rp 15 ribu hingga Rp 17 ribu. Mahal tidaknya seporsi semur kutuk ditentukan besar-kecilnya ukuran ikan kutuk.

Bahkan, harga ikan gabus di pasaran juga mempengaruhi harga semur kutuk. Bila stok ikan gabus di pasar langka dan mahal, maka harga semur kutuk juga naik.

“Harganya sesuai dengan harga ikan di pasar, juga besar-kecilnya ukuran ikan. Harga semur kutuk paling mahal biasanya bagian kepala dan ini yang paling digemari penikmat kuliner,” kata Murni.

Dia menambahkan, pengunjung yang datang bukan hanya dari warga Kecamatan Kayen, tetapi juga warga Pati dan sekitarnya seperti Kudus dan Rembang. Buka dari jam 12.00 hingga pukul 21.00 WIB, puluhan porsi semur kutuk yang disajikan ludes dibeli pengunjung.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Hidup Seorang Diri, Nenek 80 Tahun di Jepara Tergolek Sakit di Ranjang Kayu Selama 7 Bulan

Selengkapnya →