Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Kurang dari 5 Jam, 32 Ribu Nasi Jangkrik Buka Luwur Sunan Kudus Ludes Diserbu Warga



Reporter:    /  @ 12:30:34  /  30 September 2017

    Print       Email

Seorang banser ikut memantau kelangsungan pembagian nasi jangkrik buka luwur Sunan Kudus, Sabtu (30/9/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 32 ribu Nasi Jangkrik Buka Luwur Sunan Kudus ludes diserbu warga, Sabtu (30/9/2017). Bahkan, tak sampai lima jam, Nasi Jangkrik yang diyakini bisa membawa berkah itu ludes tanpa sisa.

Dari pantauan di lapangan, pembagian nasi jangkrik dilakukan pukul 05.00. Hanya sebelum pukul 10.00 WIB, nasi jangkrik tersebut sudah habis.

Em Nadjib Hassan, Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) mengatakan, pembagian nasi jangkrik biasa disebut dengan pembagian berkat memang selalu ludes. Padahal ada dua jenis wadah yang digunakan, yakni berbentuk keranjang dan daun jati.

”Untuk nasi jangkrik dengan wadah keranjang jumlahnya ada 2,278. Sedang untuk yang daun jati sebanyak 30.464 bungkus,” katanya.

Baca Juga: Gubernur Ganjar Ikuti Buka Luwur Sunan Kudus

Penggunaan wadah tersebut, katanya, sudah turun temurun. Karena itu hingga saat ini tidak ada perubahan menggunakan wadah modern.

”Kami mencoba untuk menguri-uri barang tradisional. Selain bahan-bahannya alami, wadah tersebut juga lebih steril,” ujarnya.

Sementara, bahan-bahan yang digunakan, mulai dari sembako, daging, ataupun wadah berasal dari sumbangan dan shodaqoh masyarakat. Termasuk tenaga memasak.

”Tahun ini ada 12 ekor kerbau, 82 ekor kambing dan 11,5 ton beras yang berasal dari warga. Sedangkan untuk orang yang rewang jumlahnya ada 1.041 orang,” sebutnya.

Najib menyebutkan, untuk sumbangan-sumbangan tersebut tak hanya berasal dari kaum muslim saja. Namun dari kalangan non muslim juga ada yang menyumbang dalam acara buka Luwur Sunan Kudus, baik secara pribadi maupun juga perusahaan.

Hanya, dalam pelaksanaan panitia tak pernah meminta sumbangan atau juga membuat proposal ke perusahaan. Semua sumbangan dan shodaqoh masyarakat berasal dari kesadaran dan suka rela masing-masing.

”Jadi kami tak pernah membuat proposal. Masyarakat dengan sendirinya memberikan shodaqoh,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Wabup Pati Sidak di Dinas Pertanian, Ini Temuannya

Selengkapnya →