Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Ribuan Warga Grobogan Terjangkit Penyakit Tuberkulosis



Reporter:    /  @ 17:38:18  /  29 September 2017

    Print       Email

Suasana audiensi pengurus Aisyiyah Grobogan terkait dukungan penanggulangan penyakit tuberkulosis di ruang Komisi D DPRD Grobogan. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Grobogan – Permintaan dukungan penanggulangan penyakit tuberkulosis (TB) yang disampaikan pengurus Aisyiyah Grobogan kepada anggota komisi D barangkali cukup beralasan. Hal ini terkait sudah banyaknya warga di Grobogan yang terdeteksi mengidap TB.

Data dari Dinkes Grobogan menyebutkan, dalam kurun waktu 2010-2016, sudah ditemukan 6.755 penderita TB yang tersebar di 19 kecamatan. Jika dirata-rata, tiap tahun ada 1.125 temuan TB.

Meski temuan kasus TB cukup banyak namun sejauh ini, anggaran untuk penanggulangan penyakit berbahaya tersebut masih minim. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Grobogan Suwindi mengatakan, anggaran TB tahun ini hanya Rp 16 juta. Anggaran ini dialokasikan untuk pengawasan dan evaluasi program TB DOTS Nakes.

”Tahun lalu, anggaran kita sebesar Rp 50 juta untuk kegiatan bimbingan teknis. Kami menyadari anggaran masih sangat kecil karena kemampuan keuangan daerah yang terbatas,” katanya, usai mengikuti audensi di ruang komisi D, Jumat (29/9/2017).

Pihaknya selama ini cukup terbantu dengan adanya sejumlah organisasi kemasyarakatan yang menjadi mitra dalam penangulangan TB. Ormas tersebut berperan menemukan kasus TB di beberapa wilayah kecamatan.

Windi menjelaskan, TB merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan kuman Mycobacterium Tuberculosis. Sebagian besar kuman TB menyerang paru-paru tetapi juga bisa mengenai organ tubuh lainnya.

Penularan terjadi karena kuman TB terhirup orang lain melalui saluran pernafasan. Kuman TB bisa keluar ketika penderitanya sedang batuk, bersih bahkan saat berbicara.

”Penyakit TB memiiki beberapa gejala. Antara lain, batuk berdahak lebih 2 minggu, demam yang tidak terlalu tinggi, berkeringat pada malam hari dan nyeri dada,” jelasnya.

Meski berbahaya, TB masih bisa disembuhkan. Namun, proses penyembuhan butuh waktu hingga beberapa bulan dan penderitanya harus rutin minum obat yang diberikan.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Asyiknya Nge-Jazz Sambil Berkubang Lumpur

Selengkapnya →