Loading...
You are here:  Home  >  Info Jateng  >  Artikel ini

VIRAL, Ini Penampakan ‘Bigfoot’ di Magelang, Misterinya Bikin Merinding



   /  @ 13:26:13  /  29 September 2017

    Print       Email

Warga membandingkan ukuran kakinya dengan ukuran ‘bigfoot’ di Magelang. (FACEBOOK)

MuriaNewsCom, Magelang – Beberapa hari terakhir ini, warga Dusun Barepan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, dikagetkan dengan temuan jejak menyerupai telapak kaki berukuran tak lazim, karena jauh lebih besar dari ukuran kaki normal.

Dilansir dari detik.com, jejak telapak kaki itu ditemukan di depan rumah Surawan (50), warga Dusun Barepan, Kamis (28/9/2017) dini hari.

“Saya baru saja pulang badminton bersama anak, sampai rumah sekitar pukul 12 malam. Sampai depan rumah, saya lihat pot bunga berserakan, saya kira ada orang yang tidak suka dan membuat kerusakan,” ujar Surawan.

Merasa janggal, Surawan bersama anaknya, kemudian mengambil senter dan melihat kerusakan yang terjadi. Tak disangka, mereka menemukan jejak kaki berukuran tidak biasa.

“Ada dua jejak kaki, satu di depan pintu samping, satunya lagi diantara pot yang berserakan,” ungkap Surawan.

Ukuran kaki tersebut, diperkirakan mempunyai panjang 35 centimeter, lebar tumit 8 centimeter, lebar jari kaki 15 centimeter. Adapun kedalaman jejak telapak kaki mencapai sekitar 4 centimeter. Sedangkan jarak antara jejak satu kaki dengan lainnya sekitar 1,5 meter.

Temuan tersebut dalam waktu singkat langsung menyebar di lingkungan Dusun Barepan. Warga yang penasaran berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk melihat secara langsung wujud jejak kaki tersebut.

Surawan dan warga mempercayai bahwa pemilik jejak itu adalah makhluk yang menghuni sebuah tempat tak jauh dari lokasi temuan jejak. Warga dusun tersebut meyakini bahwa pohon mojo di kebun depan rumah Surawan memiliki penunggu. Penunggu itulah yang kemudian muncul ketika pohon tersebut dirapikan dengan memotong dahan-dahannya.

Pohon itu memang kehilangan banyak dahan setelah dirapikan warga pada Minggu lalu. Pohon mojo itu sudah berumur lebih dari 30 tahu, berada di pekarangan Surawan, yang terletak di pinggir desa. “Ditanam sekitar tahun 1985 lalu,” kata Surawan.

Surawan dan beberapa warga menghubung-hubungkan temuan jejak itu dengan kemunculan makhluk dari dimensi lain yang disebut-sebut menghuni pohon tersebut. Sebelumnya memang sesepuh di dusun meminta agar tidak menebang pohon mojo tersebut.

Surawan mengaku tidak merekayasa atau membuat sensasi dengan bikin-bikin jejak itu. Tapi apakah benar jejak yang ditemukan adalah berasal dari jejak kaki penghuni pohon mojo? Sulit juga dipastikan.

Penuturan Surawan bahwa anak sulungnya pernah melihat sosok penghuni pohon itu pun, tentunya juga sulit dijadikan sebagai bukti.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Tak Lengkapi Berkas, Nasib 2 Parpol Sebagai Peserta Pemilu Tunggu Keputuasan KPU Pusat

Selengkapnya →