Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Pemuda 22 Tahun di Kudus Tewas Gantung Diri di Kamar Tidur



Reporter:    /  @ 17:27:30  /  27 September 2017

    Print       Email

Jenazah Ahmad Yusro, warga Dukuh Ngaringan, Desa Klumpit RT 2/RW 7 Kecamatan Gebog terbujur kaku setelah memilih mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ahmad Yusro, warga Dukuh Ngaringan, Desa Klumpit RT 2/RW 7 Kecamatan Gebog ditemukan tewas gantung diri di kamar tidur rumahnya sekitar pukul 13.00 WIB. Pemuda berusia 22 tahun itu mengakhiri hidupnya dengan tali yang digantung di kusen pintu kamar.

Dari informasi yang dihimpun, jenazah Ahmad Yusro pertama kali ditemukan ibunya sendiri, Muslikah. Kala itu, Muslikah yang berprofesi sebagai  buruh rokok baru saja pulang kerja. Karena, tak punya firasat apapun, Muslikah masuk rumah seperti biasa.

Hanya saja, sesampainya di rumah ia kaget melihat putranya tergantung di kamar dengan televisi masih menyala. Ia pun langsung menangis histeris dan meminta tolong tetangganya.

Baca Juga: Pria Asal Tegalharjo Pati Bacok Ayah dan Ibunya dengan Golok

Suwaji (51) paman korban mengatakan, korban diperkirakan meninggal sekitar pukul 13.00 WIB. Karena, sekitar jam 14.00 WIB, dia dihubungi saudaranya kalau keponakannya yang juga rumahnya berdekatan sudah meninggal.

”Mendapat kabar itu saya langsung izin pulang. Sampai di rumah malah barengan dengan polisi. Kemudian dibantu dengan warga, jenazah kami turunkan,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurut dia, korban adalah anak pertama dari pasangan Muslikah dan Gunadi. Sang ibuberpofesi sebagai buruh rokok dan ayahnya merantau ke Bali. Dia tinggal bersama ketiga adiknya, yang masih duduk di bangku sekolah.

Dikatakan, keponakannya melakukan aksi bunuh diri dalam sebuah kamar tidur. Saat melakukan, rumah dalam keadaan kosong, karena ibunya masih kerja dan ketiga adiknya masih sekolah.

“Saat menurunkan jenazah, tv masih menyala. Jadi diperkirakan meninggalnya juga belum lama. Selain itu, tubuhnya juga belum terlalu kaku,” ungkap dia.

Dijelaskan, bahwa keponakan dia merupakan sosok yang pendiam dan tertutup. Sehingga tak tahu apa yang menyebabkan sampai nekat bunuh diri. Pihaknya juga kaget, diketahui kalau sehari  sebelumnya masih bekerja di bordir komputer di Desa Padurenan Gebog.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Taman Bajomulyo Juwana Dikembangkan Jadi Objek Wisata

Selengkapnya →