Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Orang Grobogan dan Sleman Ternyata Masih Satu Keturunan, Ini Penjelasannya



Reporter:    /  @ 14:18:22  /  27 September 2017

    Print       Email

Para awak media mendengarkan penjelasan bagian humas dan protokoler Pemkab Sleman. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah cerita sejarah diungkapkan Asisten I Pemkab Grobogan Mokh Nursyahid saat memimpin rombongan studi banding bersama Bagian Humas dan Keprotokolan serta wartawan ke Pemkab Sleman.
Menurut Nursyahid, leluhur orang dari dua kabupaten ini masih ada garis keturunan. Yakni, dari silsilah Ki Ageng Selo di Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan.

Dijelaskan, Ki Ageng Selo memiliki beberapa putra, salah satunya adalah Ki Ageng Enis. Ki Ageng Enis ini menurunkan putra Ki Ageng Pemanahan. Selanjutnya dari Ki Ageng Pemanahan terlahir Panembahan Senopati atau Raden Sutawijaya, pendiri kerajaan Mataram Islam.

“Jadi, pendiri kerajaan Mataram Islam ini merupakan cicit dari Ki Ageng Selo. Dengan demikian, kedua kabupaten ini leluhurnya kalau ditelusuri ada hubungan garis lurus. Soalnya, Kabupaten Sleman merupakan bagian wilayah dari kerajaan Mataram Islam,” kata pejabat yang gemar menelusuri sejarah kuno itu.

Menurutnya, maksud kunjungan kerja ke Sleman adalah untuk mempererat jalinan sailaturahmi dan menimba pengalaman. Khususnya dalam bidang kehumasan. Diharapkan, ilmu yang didapat dari Sleman nantinya bisa diaplikasikan ke Grobogan.

“Banyak hal yang belum dilakukan di Grobogan. Kedepan, dari kunjungan ini akan kita jadikan salah satu referensi,” cetusnya. 

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Produktivitas Pertanian di Pati Selatan Terganjal Lahan Tidur

Selengkapnya →