Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Info Lainnya  >  Artikel ini

Dikira Konsumsi Narkoba, Pemandu Karaoke di Semarang Ini Ternyata Pakai Obat Gigi



   /  @ 12:36:34  /  27 September 2017

    Print       Email

Petugas BNNP Jateng tengah memeriksa urine pegawai karaoke di Kota Semarang. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah gencar melakukan tindak pencegahan peredaran narkoba di provinsi. Salah satu sasarannya, yakni menggelar razia di tempat-tempat hiburan malam dan karaoke, yang disinyalir sebagai salah satu lokasi peredaran barang haram ini.

Sejumlah tempat karaoke di Kota Semarang dirazia, Selasa (26/9/2017) petang kemarin. Hasilnya negatif, namun ada satu orang yang diperiksa yang sempat diduga mengonsumsi narkoba.

Ini terjadi ketika petugas melakukan razia dan tes urine kepada pemandu karaoke dan seluruh pegawai di Eleven Karaoke and Spa yang beralamat di Jalan Puri Anjasmoro, Kota Semarang.

Dari 90 orang yang dites urine, ada satu yang diketahui hasilnya positif. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata tanda positif itu muncul dari obat sakit gigi yang dikonsumsi.

Kabid Pemberantasan Narkotika BNNP Jawa Tengah, Sprinarto menyebut, setelah dilakukan pemeriksaan obat sakit itu dikonsumsi berdasarkan resep dokter.

“Ada 90 orang yang diperiksa. pemeriksaan dimulai dari owner, manager, staff  dan pemandu karoke.  ada satu orang kedapatan mengandung amfetamin, namun itu karena dia mengonsumsi obat sakit gigi sama obat engsel kaki, jadi dia menggunakan sesuai dengan resep dokter,” ujar Suprinarto.

Selain di Eleven Karaoke and Spa, petugas juga melakukan operasi di Forbes yang berada di Gayamsari. Di tempat tersebut petugas juga melakukan tes urin kepada 71 orang pegawai, dan semuanya dinyatakan negatif narkoba.

Pada tahun 2017 ini BNNP Jateng telah melakukan operasi serupa sebanyak 16 kali, dan 8 di antaranya dilakukan di Kota Semarang. Hal ini lantaran peredaran narkoba di Kota Semarang cukup tinggi. Untuk sasaran operasi tidak hanya di tempat hiburan namun juga di tempat-tempat kos.

“Kalau luar kota ya seperti Solo, Demak, Kudus, Pekalongan, dan untuk luar kota mungkin pekan yang akan datang kita akan ke Karimunjawa,” terangnya.

Sementara itu, General Manager Eleven Karaoke, Nurul Fitriyana, menegaskan pihaknya sangat ketat menerapkan kebijakan, terutama mengenai penyalahgunaan narkoba. Sanksi tegas akan diberikan jika ada karyawan yang membawa atau mengonsumsi narkoba.

“Sanksinya bisa dipecat. Saya juga ingin menerangkan bahwa pegawai kami yang sebelumnya dikatakan menggunakan narkoba itu tidak benar. Ia mengkonsumsi obat sakit gigi, ada surat keterangan dokternya,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

KPU Grobogan Perpanjang Jadwal Pendaftaran PPK di 3 Kecamatan, Ini Alasannya

Selengkapnya →