Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Puluhan Wartawan di Grobogan Diajak Studi Banding Kehumasan ke Pemkab Sleman



Reporter:    /  @ 11:03:54  /  27 September 2017

    Print       Email

Asisten I Pemkab Grobogan Mokh Nursyahid (batik biru) didampingi Kabag Humas Ayong Muchtarom menyerahkan plakat pada Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan Pemkab Sleman Mustain Amirun. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bagian Humas dan Keprotokolan Pemkab Grobogan melangsungkan studi banding ke Pemkab Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam studi banding selama dua hari 26-27 September ini, puluhan wartawan yang bertugas di Grobogan ikut disertakan.

Rombongan berjumlah sekitar 40 orang yang dipimpin Asisten I Pemkab Grobogan Mokh Nursyahid ini diterima kedatangannya oleh Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan Pemkab Sleman Mustain Amirun.

Penerimaan rombongan peserta studi banding dari Grobogan dilangsungkan di aula kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Sleman karena gedung setda setempat sedang dalam proses renovasi.

”Sebelumnya, kami mohon maaf karena tidak bisa menerima kedatangan rombongan di gedung Setda. Soalnya, masih ada renovasi disana. Jadi, terpaksa kita pindah kesini,” kata Mustain.

Mustain menyambut baik adanya studi banding yang dilakukan Bagian Humas dan Keprotokolan Pemkab Grobogan bersama wartawan. Menurutnya, acara seperti itu juga sudah sering dilaksanakan Pemkab Sleman dengan melibatkan wartawan, baik dari media cetak, online dan elektronik.

”Rombongan dari luar daerah sudah banyak melangsungkan studi banding semacam ini ke Kabupaten Sleman. Sebaliknya, kita juga sering mengadakan studi banding bersama wartawan ke luar daerah. Pernah ke Bali, Bandung, sampai Batam juga,” jelasnya.

Mustain menilai, hubungan pemerintah daerah dengan wartawan diibaratkan seperti model simbiosis mutualisme. Yakni, kedua belah pihak sama-sama saling membutuhkan satu dengan lainnya.

Adanya wartawan menjadi sarana bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan informasi program kerja pada masyarakat luas. Selain itu, untuk menunjang promosi wisata, dan potensi yang dimiliki juga butuh peran wartawan.

”Keberadaan wartawan juga jadi fungsi kontrol bagi pemerintah daerah. Yakni, lewat berita yang memuat unsur kritikan sehingga perlu mendapat perhatian. Yang pasti, hubungan kita dengan wartawan selama ini sangat bagus,” imbuhnya.

Sejauh ini, ada 23 media yang melakukan peliputan di wilayah Kabupaten Sleman yang memiliki 17 kecamatan, 82 desa, dan 1212 dusun tersebut. Untuk memudahkan komunikasi dan koordinasi, Bagian Humas dan Keprotokolan Pemkab Sleman membentuk sebuah wadah bagi awak media yang diberi nama Paguyuban Wartawan Sleman.

”Paguyuban ini sudah dibentuk sejak tahun 2003. Adanya paguyuban ini memudahkan kita untuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan teman media. Selama ini, kita bisa bersinergi dengan baik dan masing-masing menjalankan fungsi sesuai tugasnya,” sambungnya.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Taman Bajomulyo Juwana Dikembangkan Jadi Objek Wisata

Selengkapnya →