Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Pembuat Kaki Palsu dari Barang Bekas di Banjarejo Grobogan Bikin Elite Partai Hanura Terpikat



Reporter:    /  @ 19:43:33  /  17 September 2017

    Print       Email

Ketua Pembinaan Partai Hanura Wilayah Jateng DIY Sudewo menyerahkan bantuan dana pada Budi Santoso, pembuat kaki palsu dari Banjarejo, Kecamatan Gabus, Minggu (17/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ketua Pembinaan Partai Hanura Wilayah Jateng DIY Sudewo rela menyempatkan waktunya untuk bertemu dengan Budi Santoso (22), warga Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan, yang bisa membuat kaki palsu dari bahan bekas.

Pertemuan dengan Budi dilangsungkan di rumah Kades Banjarejo Ahmad Taufik, Minggu (17/9/2017).

Kedatangan Sudewo mendapat sambutan hangat. Alunan musik tradisional kotekan lesung disuguhkan saat Sudewo didampingi Ketua DPC Partai Hanura Grobogan Setiawan Djoko Purwanto tiba di Banjarejo.

Sebelum melangsungkan bincang-bincang dengan Budi, kedua tamu itu sempat melihat koleksi ratusan benda purbakala dan cagar budaya yang ada di rumah Ahmad Taufik.

Dalam kesempatan itu, Sudewo mengaku bangga dengan kreativitas yang dilakukan Budi. Yakni, bisa memanfaatkan beragam barang bekas menjadi produk kaki palsu yang berkualitas.

Secara singkat, Sudewo juga sempat mendengarkan latar belakang terciptanya produk kaki palsu dari bahan bekas tersebut. Yakni, mulai saat Budi tertimpa kecelakaan hingga akhirnya punya ide cemerlang untuk merakit kaki palsu dari bahan bekas yang ada di sekitarnya. Seperti, pipa stainless, ember, lempengan besi, dan spar part sepeda motor.

“Saya bangga dan salut dengan kreativitas Budi Santoso ini. Meski tertimpa kecelakaan dan harus diamputasi, tetapi semangatnya tetap tinggi. Bahkan malah bisa berkreasi menciptakan kaki palsu dari bahan bekas,” ujar politisi kelahiran Pati itu.

Baca : Begini Cerita Budi Santoso Hingga Terinspirasi Bikin Kaki Palsu dari Barang Bekas

Sudewo menyatakan, informasi tentang pembuatan kaki palsu yang dikerjakan Budi itu didapat dari link berita media online MuriaNewsCom yang dikirimkan temannya lewat layanan WhatsApp.

Saat membaca berita itu, Sudewo merasa penasaran dan ingin datang ke Banjarejo. Tujuannya, untuk bertemu dengan pembuat kaki palsu sekaligus memberikan bantuan.

“Dalam berita itu menyebutkan kalau Budi butuh bantuan buat beli peralatan untuk menunjang pembuatan kaki palsu. Nah, selain ketemu Budi, saya ke sini sekalian ngasih bantuan. Meski nilainya tidak begitu besar, saya berharap ini ada manfaatnya,” jelasnya.

Bantuan yang diberikan Sadewo wujudnya uang tunai sebanyak Rp 5 juta. Bantuan dana untuk beli peralatan itu diterima langsung Budi Santoso didampingi ibunya Tarsini dan Kades Ahmad Taufik.

Saat penyerahan bantuan sempat diwarnai suasana haru. Ibunda Budi yang mengenakan kerudung warna pink terlihat sesenggukan menahan tangis. Bahkan, usai anak semata wayangnya menerima bantuan, ia sempat terlihat mengusap tetesan air mata dengan ujung kerudungnya.

“Saya atas nama kepala desa dan keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga ini makin melecut semangat Budi untuk berkarya,” kata Ahmad Taufik. 

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Film Produksi SMPN 1 Gubug Kembali Berjaya di Ajang Festival Film Grobogan

Selengkapnya →