Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Pemuda-Pemudi Asli Karimunjawa Diberi “Keistimewaan” Bila Ingin Jadi Polisi, Apa Itu?



Reporter:    /  @ 15:00:36  /  16 September 2017

    Print       Email

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono dan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menunjukkan MoU tentang pelatihan (binlat) kepada muda-mudi asli asal Karimunjawa. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Pemuda-pemudi asal Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara, boleh berbahagia, lantaran Polda Jateng memberi “keistimewaan” berkesempatan menjadi anggota polisi.

Hal ini termaktub dalam kesepakatan Kepolisian Daerah Jawa Tengah dengan Pemkab Jepara, Kamis (14/9/2017) lalu.

Keistimewaan tersebut adalah, kepolisian akan memberikan pelatihan dan pembinaan (binlat) kepada muda-mudi asli asal Karimunjawa, yang berminat mengikuti seleksi calon anggota Polri.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengungkapkan, meskipun telah mendapatkan pembinaan dan pelatihan, namun mereka yang berminat harus tetap diseleksi sesuai dengan peraturan yang ada.

“Ini instruksi langsung dari Pak Kapolri. Mereka akan mengikuti pembinaan dan latihan secara independen, yang tidak ada sangkut pautnya dengan seleksi. Akan tetapi jika sudah mengikuti binlat, harapannya ketika mengikuti seleksi kan lebih siap,” ujar Kapolda, dalam keterangan pers yang diterima MuriaNewsCom, Sabtu (16/9/2017). 

Menurutnya, ketika pemuda-pemudi asal Karimunjawa nantinya lolos dan menjadi anggota polisi, maka yang bersangkutan akan ditempatkan lagi di daerah asal.

Sementara itu, Kepala Biro SDM Polda Jawa Tengah Kombes Pol Rudi Darmoko menyebut, selain Jepara ada dua daerah lain yang mendapat keistimewaan tersebut, yakni Sukoharjo dan Karanganyar.

Pada kesempatan itu ia menandaskan, tidak ada perlakuan khusus saat seleksi kepada mereka yang telah mengikuti pembinaan dan latihan di ketiga daerah tersebut. Pun demikian, tidak ada jaminan bagi peserta program tersebut serta merta lolos dalam seleksi penerimaan calon anggota Polri 2018. 

“Mereka tetap harus ikut seleksi, tidak ada perlakuan khusus. Namun saya yakin putra daerah yang kita berikan pelatihan akan memiliki gambaran sehingga peluang lulus seleksi akan lebih besar,” ucapnya.

Dijadwalkan pembinaan dan latihan akan dilakukan selama enam bulan, mulai bulan November 2017. Syaratnya antara lain usia dari 16 sampai 19 tahun dan putra asli daerah. Adapun syarat lengkap, akan disosialisasikan pada masing-masing Polres.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengapresiasi program tersebut. Ia mengatakan akan mendukung dalam segi penganggaran pada program pembinaan dan latihan pra seleksi calon anggota Polri. “Siap, Anggarannya kan tidak banyak,” ucapnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Ini Identitas Pemotor Tewas pada Kecelakaan di Jalan Inspeksi Bendung Klambu Grobogan 

Selengkapnya →