Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Kementrian Lingkungan Hidup Turun Tangan Selesaikan Pencemaran Sungai Gede Karangrandu



Reporter:    /  @ 18:59:18  /  15 September 2017

    Print       Email

Kades Karangrandu Syahlan menyampaikan aspirasinya kepada anggota DPR-RI dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI akan turun tangan dalam menyelesaikan kasus tercemarnya Sungai Gede Karangrandu. Pekan depan, tim dari Direktorat Jendral Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK akan meneliti penyebab tercemarnya sungai itu. 

“Senin (18/9/2017) tim akan turun mengecek secara keseluruhan, mulai dari sumber limbah pabrik hingga ke sungai. Semuanya akan dicek dan kami pastikan tidak akan memberitahu perusahaan kapan kita akan lakukan pengecekan,” kata Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK MR Karliansyah, saat pertemuan di Balai Desa Karangrandu bersama Komisi VII DPR-RI  dan warga, serta perwakilan pabrik tekstil, Jumat (15/9/2017) siang. 

Kepala Desa Karangrandu Syahlan menuntut, kedatangan pejabat dari kementrian dan DPR-RI harus mampu menuntaskan kasus tersebut. Lantaran pencemaran sungai tersebut telah terjadi sejak tahun 2015. 

“Bapak-bapak DPR-RI yang datang ini harus bisa memberikan solusi agar tidak terus berlanjut sehingga kami dan warga bisa tenang,” tegasnya. 

Syahlan mengatakan hal itu karena, selama dirinya melakukan laporan kepada Dinas Lingkungan Hidup Jepara, belum ada solusi nyata terkait permasalahan ini. Lebih lanjut ia mengatakan, cemaran sungai tersebut diduga berasal dari pabrik tekstil yang berada sealur dengan sungai tersebut. 

Anggota DPR-RI Komisi VII Nazarudin Kiemas mengatakan, kedatangan tim dari kementrian dan dewan mengusung misi konfirmasi langsung ke lapangan. 

“Laporan awalnya air sungai tercemar limbah. Dari hasil penelitian yang diterima, terjadi pencemaran fenol dan detrjen. Kualitas air tergolong kelas 3 tapi bisa digunakan untuk pengairan. Kami perlu lakukan konfirmasi untuk menindaklanjuti laporan ini, sekaligus mengumpulkan data lapangan,” katanya. 

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jemaah Umrah di Pati Gelar Aksi Solidaritas Kedaulatan Palestina dan Yerusalem

Selengkapnya →