Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Harga Gas Elpiji di Pati Melambung Tinggi, Bupati Sinyalir Ada Agen Nakal



Reporter:    /  @ 18:49:09  /  14 September 2017

    Print       Email

Bupati Pati Haryanto memberikan pernyataan terkait dengan kelangkaan dan melambungnya harga gas elpiji melon. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Harga gas elpiji melon ukuran 3 kilogram di Pati melambung tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Dari pantauan di lapangan, harga di tingkat pengecer dijual dari Rp 22 ribu hingga Rp 25 ribu.

Padahal harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji 3 kg yang ditetapkan pemerintah sekitar Rp 15.500. Sontak, masyarakat kecil yang membutuhkan gas elpiji melon untuk kebutuhan sehari-hari menjerit.

Tak hanya itu, stok gas elpiji melon sangat langka. Akibatnya, masyarakat kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut. Pada saat yang sama, masyarakat mau tidak mau harus menebus dengan harga yang tinggi.

Menanggapi hal itu, Bupati Pati Haryanto mengaku sudah mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat. Karena itu, pihaknya sudah memerintahkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Pati untuk memanggil agen nakal.

“Kami minta Disdagperin untuk mencari penyebab kelangkaan gas elpiji yang mengakibatkan harganya melambung tinggi. Kami juga sudah meminta agar agen-agen gas Elpiji dipanggil. Sebab, disinyalir ada satu-dua agen, pangkalan atau pengecer yang nakal,” kata Haryanto, Kamis (14/9/2017).

Namun, dia tidak menampik bila kelangkaan gas elpiji 3 kg juga disebabkan banyaknya masyarakat yang membeli gas tersebut. Semestinya, kata dia, gas elpiji melon diperuntukkan masyarakat kurang mampu.

Tapi kenyataan di lapangan, sebagian besar masyarakat yang terbilang mampu masih membeli gas elpiji. Kondisi itu juga cukup disayangkan mengingat gas bersubsidi sejak awal diperuntukkan masyarakat kurang mampu.

Terkait dengan kemungkinan adanya agen gas elpiji yang nakal, pihaknya tidak segan untuk memberikan sanksi tegas. Pasalnya, gas elpiji saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Film Produksi SMPN 1 Gubug Kembali Berjaya di Ajang Festival Film Grobogan

Selengkapnya →