Loading...
You are here:  Home  >  Info Jateng  >  Artikel ini

Festival Memedi di Candi Ngawen Magelang jadi Daya Tarik Wisata



   /  @ 17:10:17  /  14 September 2017

    Print       Email

Warga memeriahkan Festival Memedi di Candi Ngawen, Kabupaten Magelang. (Tribrata News Polres Magelang)

MuriaNewCom, Magelang – Festival “Memedi” Sawah di kompleks Candi Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang, diyakini merupakan salah satu bagian dari daya tarik wisata di daerah tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Magelang Iwan Sutiarso di Magelang, mengatakan kegiatan ini antara lain bertujuan untuk menggerakkan desa wisata dan wisata perdesaan.

“Selain untuk melestarikan tradisi yang sudah ada, melalui kegiatan seperti ini kami berharap agar kunjungan wisatawan ke desa wisata bertambah. Kemudian, lama tinggal wisatwan juga meningkat sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” katanya di Magelang, Kamis (14/9/2017) dikutip dari Antarajateng.com.

Ia mengatakan Kabupaten Magelang memiliki tiga bidang unggulan, yakni pertanian, industri kecil, dan pariwisata. “Kami berharap, ketiganya bisa berkolaborasi untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya. 

Pada festival tersebut deretan memedi (orang-orangan) sawah mengelilingi kompleks Candi Ngawen. Benda yang biasa digunakan untuk mengusir hama burung itu sengaja dipamerkan setelah diarak keliling desa. “Tema pada festival kali ini adalah nasi wiwit dan memedi sawah. Keduanya merupakan tradisi yang harus tetap dilestarikan,” kata Ketua Panitia Festival Memedi Sawah AL Saptandyo.

Ia menjelaskan baik memedi sawah maupun nasi wiwit memiliki makna tersendiri. Nasi wiwit, dalam hal ini merupakan wujud syukur dari para petani atas panen yang telah dilimpahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada petani. 

“Pembuatan nasi wiwit dilakukan menjelang panen. Ini merupakan wujud syukur dan terima kasih petani karena diberikan panen yang baik. Wiwit juga berati mengawali benih yang baik untuk pertanian selanjutnya,” katanya.

Memedi sawah, katanya biasa digunakan oleh para petani untuk mengusir hama burung pipit yang kerap memakan padi. Bentuk atau wujud dari memedi sawah ini berbagai macam, tergantung selera pembuatnya. “Khusus untuk festival memedi sawah kali ini, kami membebaskan para peserta untuk membuat memedi dengan wujud dan bahan apa pun, kecuali dari bahan plastik,” katanya.

Ia mengatakan ada sebanyak 27 dusun di Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, yang berpartisipasi dalam festival kali ini. 

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Panggil DPN APTRI, KPPU Tindak Lanjuti Dugaan Monopoli Gula yang Dilakukan Bulog

Selengkapnya →