Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Dilaporkan Soal Ijazah Palsu, Begini Respon Wabup Jepara



Reporter:    /  @ 16:14:19  /  14 September 2017

    Print       Email

Wakil Bupati  Jepara Andi Kristiandi. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Dugaan adanya pejabat di Kabupaten Jepara yang menggunakan ijazah palsu kembali mengemuka. Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi menduga ada politisasi dibalik pelaporan tersebut. 

Desas-desus penggunaan ijazah palsu, sempat mencuat setelah pasangan Ahmad Marzuqi dan Dian Kristiandi ditetapkan sebagai bupati-wakil bupati terpilih tahun 2017. Namun hal itu menguap tanpa kejelasan.

Belakangan, sebuah lembaga swadaya masyarakat mengklaim telah melaporkan dugaan penggunaan ijazah palsu oleh pejabat DPRD dan KPU Jepara, kepada Polda Jawa Tengah.  

“Di dunia ini apa sih yang tak terkait dengan politik, semuanya ada unsur politik,” kata Dian Kristiandi, Wakil Bupati Jepara, Kamis (14/9/2017). 

Ia mengatakan, yang berwenang mengeluarkan ijazah adalah universitas. Sehingga dirinya menyarankan mengklarifikasi hal tersebut kepada universitas yang bersangkutan. 

“Tanya saja sama universitas. Silakan klarifikasi sama universitas. Saya tidak tahu wong dikeluarkan seperti itu, apakah tiba-tiba (universitas) keluarkan tanpa komunikasi dan proses? Kalaupun salah, salahnya di mana,” imbuhnya. 

Lebih lanjut, Dian mempersilakan proses hukum berjalan. “Yang bisa mengatakan salah itu kan pengadilan, kita menghormati proses hukum kok,” pungkas Wakil Bupati. 

Sebelumnya, dikutip dari Media Indonesia, sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Peduli Jepara mendatangi Kepolisian Daerah Jateng di Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (22/8/2017).

Mereka melaporkan dugaan ijazah palsu Wakil Bupati Jepara Kristiandi dan berharap polisi segera mengusut kepemilikan gelar sarjana yang bersangkutan.

“Kami berharap, kepolisian bisa mengusut tuntas adanya dugaan ijazah palsu yang dilakukan Wakil Bupati Jepara,” kata Yusak, Ketua Alisansi Peduli Jepara seusai menyerahkan laporan ke Mapolda Jateng.

Menurutnya, dugaan ijazah palsu di Kabupaten Jepara ternyata tidak hanya dilakukan wakil bupati, tetapi juga sejumlah pejabat eselon dua dan tiga.

“Kalau kepolisian mau mengusut, kami siap untuk menunjukkan bukti-bukti,” kata Yusak.

Pimpinan Rumah Peradaban Jepara, Nor Kamal juga meminta hal yang sama. Sebelum melaporkan ke Polda Jateng, pihaknya sudah melakukan penelusuran. Kuat dugaan, ke-18 pejabat itu menggunakan ijazah palsu.

Dari penelusuran, ijazah itu diterbitkan Universitas Sultan Fatah (Unisfat) Demak 2009. Ada kejanggalan, sebab ke-18 pejabat itu hanya mengemban kuliah selama 8 bulan sebelum mendapat ijazah.

Sementara itu Dekan Fakultas Ekonomi dan Sosial Unisfat, Teguh Edhie Wibowo membantah ijazah palsu itu. Dia menyebut ke-18 pejabat itu pindahan. “Mereka merupakan pindahan dari perguruan tinggi di Jawa Timur,” tandas Teguh Edhie.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Ini Identitas Pemotor Tewas pada Kecelakaan di Jalan Inspeksi Bendung Klambu Grobogan 

Selengkapnya →