Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Atasi Kekeringan, 20 Desa di Pati Bakal Dibangun Pamsimas



Reporter:    /  @ 15:27:45  /  14 September 2017

    Print       Email

Masyarakat Desa Lumbungmas, Pucakwangi saat menerima bantuan air bersih dari Pemkab Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bencana kekeringan yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Pati mengundang keprihatinan dari banyak pihak. Berbagai bantuan air bersih sudah didistribusikan ke desa-desa terdampak kekeringan.

Bupati Pati Haryanto mengatakan, upaya penanganan kekeringan di sejumlah desa di Pati bukan hanya dengan menggelontorkan bantuan air bersih. Lebih dari itu, dia akan membuat solusi preventif yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Salah satunya, upaya pengadaan air bersih melalui penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas). Tahun ini, bantuan pamsimas akan diberikan kepada 20 desa.

Bantuan pamsimas diprioritaskan di daerah-daerah yang darurat kekeringan saat musim kemarau tiba. Dana penyediaan pamsimas sendiri diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pati dan APBN.

“Dari 20 desa yang mendapatkan bantuan pamsimas, enam desa dianggarkan APBD sedangkan 14 desa lainnya dapat anggaran dari APBN. Upaya itu kami tempuh agar masyarakat bisa meminimalisasi dampak kekeringan,” kata Haryanto, Kamis (14/9/2017).

Selain pamsimas, Haryanto sudah memerintahkan PDAM Tirta Bening untuk menempuh langkah khusus dalam rangka mencari sumber mata air di daerah terdampak kekeringan. Sumber mata air itu yang nantinya akan menjadi penghidupan bagi masyarakat.

Tak hanya itu, Haryanto menginstruksikan instansi terkait dan masyarakat untuk menggalakkan penanaman pohon dan membuat resapan biopori di daerah darurat kekeringan. Menurut dia, berbagai langkah preventif harus dilakukan untuk mengurangi risiko dampak kekeringan.

“Akar pohon itu kan fungsinya ganda, bisa mengikat air saat kekeringan dan menguatkan tanah saat banjir. Karena itu, aksi penanaman pohon, pembuatan resapan biopori dan pencarian sumber mata air sangat perlu untuk menghindari dampak kekeringan yang lebih parah,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Pemkab Kudus Anggap Kenaikan Harga Jelang Akhir Tahun Wajar

Selengkapnya →