Loading...
You are here:  Home  >  Info Jateng  >  Artikel ini

KPK Periksa Sejumlah Pejabat Pemkot Tegal Terkait Korupsi Siti Masitha



   /  @ 12:37:04  /  14 September 2017

    Print       Email

Salah satu ruangan yang disegel KPK di Kota Tegal. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Tegal – KPK terus melakukan penyelidikan terkait kasus korupsi yang menimpa Wali Kota Tegal nonaktif Siti Masitha. Hari ini, Kamis (14/9/2017) KPK memeriksa sejumlah pejabat dan pihak lain di Aula Bhayangkari, Mapolresta Tegal.

Di antaranya tampak pengusaha Sadat Faris yang rumahnya diperiksa KPK, Senin (11/9/2017). Sadat memenuhi panggilan KPK sekitar pukul 09.00 WIB. Tidak hanya itu, terlihat juga Kepala Bagian Humas Pemkot Tegal, Bintang Takarini, ajudan Wali Kota nonaktif Siti Masitha, Akbari Shintia, dan beberapa kontraktor dari Semarang serta Jakarta.

Kapolresta Tegal AKBP Semmy Rony mengatakan jika kali ini memang ada pemeriksaan dari KPK. “Kita hanya sediakan tempat saja, soal siapa yang dipanggil hari ini silakan hubungi humas KPK,” kata Semmy.

Sadat sendiri diperiksa penyidik KPK terkait dengan sejumlah proyek bernilai miliaran rupiah yang ada di Kota Tegal. Di antaranya pembangunan Sport Center Pesurungan Lor, GOR Mini Tegal Selatan, area joging di Pantai Alam Indah (PAI), pembangunan fisik di RSUD Kardinah, Pasar Kejambon dan beberapa pekerjaan lainnya.

BacaWali Kota Tegal Ditangkap KPK Terkait Suap Proyek Pembangunan ICU Rumah Sakit

Panggilan KPK kali ini juga merupakan lanjutan dari hari-hari sebelumnya. Seperti pada Rabu (13/9/2017) terdapat sejumlah pejabat datang ke tempat pemeriksaan, antara lain Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Tegal Dyah Kemala Shinta, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sugiyanto, dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Ikrar Yuswan Appendi.

Selain itu, hadir pula Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Permukiman dan Tata Ruang (Diskimtaru) Budi Priyanto dan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bajari.

Sementara itu, pada Selasa (12/9/2017), KPK juga memeriksa para pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal di tempat sama. Penyidik KPK memeriksa Direktur RSUD Kardinah Kota Tegal, dr  Abdal Hakim Tohari, Kabag TU RSUD Kardinah, Zaenal Abidin, Kabag Keuangan RSUD Kardinah, Umi Hayatun, Kasubag Pendapatan dan Belanja RSUD Kardinah, Agus Jaya, Plt Kepala Satpol PP, Yusmana, Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Pemkot Tegal, Heru Prasetyo.

BacaTerkait Kasus Korupsi Wali Kota Tegal, KPK Periksa Dirut RSUD Kardinah dan Pejabat Pemkot Tegal

Juru Bicara KPK, Febri Diansah mengatakan penyidik KPK mendalami indikasi adanya pungutan Jasa Layanan Umum (JLU) dan proyek-proyek. “Penyidik terus mendalami indikasi pungutan Jasa Layanan Umum (JLU) dan proyek-proyek lainnya,” ujar Febri.

Kasubag Pendapatan dan Belanja RSUD Kardinah, Agus Jaya mengatakan dia mendapat sekitar 14 pertanyaan terkait jasa pelayanan di RSUD Kardinah. Sedangkan soal proyek alat kesehatan, menurutnya belum dipertanyakan penyidik KPK.

“Pertanyaan soal jasa pelayanan, belum menyentuh pada proyek pengadaan alat kesehatan,” ujar Agus yang diperiksa Selasa pukul 09.00 hingga 19.00 WIB.

Agus menerangkan, pemeriksaan dirinya juga karena sebagai Panitia Lelang proyek fisik ICU RSUD Kardinah senilai Rp 15.9 miliar. “Pertanyaan masih soal jasa pelayanan, belum soal proyek. Jumat (15/9/2017) saya kembali diperiksa,” tandasnya. 

Baca : Usai KPK Tangkap Bunda Sitha, Kini Nursholeh Ditunjuk jadi Plt Wali Kota Tegal

Kasus proyek-proyek tersebut mengemuka pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Walikota Tegal,  Siti Mashita Soeparno, Amir Mirza dan Wakil Direktur RSUD Kardinah, Cahyo Supardi di tiga tempat berbeda, (Selasa, 29/8/2017) sekitar pukul 17.30 WIB lalu. Cahyo Supardi ditangkap di Balikpapan, Kalimantan saat sedang mengikuti Diklat. Amir Mirza ditangkap di Jakarta, sedangkan Siti Mashita tertangkap tangan di rumah dinasnya di Balai Kota Tegal.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Fasbuk Siap Lantunkan Kedamaian Lewat Sastra

Selengkapnya →