Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Bapak-Anak di Teguhan Grobogan Tak Berdaya Melihat 2 Rumahnya Hangus Terbakar



Reporter:    /  @ 09:44:36  /  14 September 2017

    Print       Email

Dua rumah di Desa Teguhan, Grobogan, terbakar hingga tak tersisa, Rabu (13/9/2017) malam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Suasana Desa Teguhan, Kecamatan Grobogan yang biasanya tenang mendadak jadi hiruk-pikuk, Rabu (13/9/2017) malam. Peristiwa kebakaran rumah di wilayah RT 02, RW 02 menjadi penyebab gegernya warga sekampung.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB itu menimpa dua rumah. Masing-masing, milik Mutaalim (60), dan anaknya Zaenuri (30).

Informasi yang didapat menyebutkan, saat kejadian rumah tersebut dalam kondisi ramai orang. Sebelum kejadian, Mutaalim masih ngobrol di teras rumah dengan dua tetangganya Suwardi dan Nawijan yang datang bertamu.

Tak lama kemudian, terlihat kobaran api yang cukup besar dari rumah belakang bagian atas. Ketiga orang yang ada di teras kemudian berupaya memadamkan api sambil berteriak minta tolong warga sekitar.

Puluhan warga selanjutnya berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, upaya ini tidak bisa berhasil, karena kobaran api cepat sekali membesar.

Terbatasnya persediaan air ditambah banyaknya barang mudah terbakar, serta hembusan angin kencang menyebabkan amukan si jago merah sulit ditaklukkan.

Baca : Bau Belerang, Semburan Air di Desa Karanggeneng Grobogan Bikin Takut Warga

Setelah melalap habis rumah Mutaalim, kobaran api juga merembet ke rumah anaknya yang letaknya di sebelah timurnya. Hanya dalam tempo singkat, rumah dari kayu jati sudah tersulut api. Amuk kebakaran akhirnya bisa diatasi setelah tiga armada damkar tiba di lokasi kejadian.

Plh Kapolsek Grobogan AKP Sumardi menyatakan, pemicu kebakaran diduga dari hubungan arus pendek listrik (korsleting). Menurutnya, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah tersebut.

“Seluruh bangunan rumah yang berbahan kayu jati habis terbakar berikut barang berharga di dalam rumah. Perkiraan kerugian material diperkirakan sekitar Rp 300 juta,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Pemerintah Desa Tlogitirto Grobogan Masukkan Program Droping Air Lewat APBDes

Selengkapnya →