Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Ini Hasil Pengecekan Petugas Gabungan di Lokasi Semburan Air di Desa Karanggeneng Grobogan



   /  @ 20:09:31  /  13 September 2017

    Print       Email

Petugas mengambil sampel air lokasi semburan air di Desa Karanggeneng, Kecamatan Godong, Grobogan, Rabu (13/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Munculnya semburan air di sebuah pekarangan kosong di Desa Karanggeneng, Kecamatan Godong langsung direspon sejumlah instansi terkait. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya petugas gabungan dari sejumlah instansi ke lokasi semburan air, Rabu (13/9/2017).

Petugas yang datang ke lokasi antara lain dari Dinas ESDM Jateng Balai Kendeng Selatan, Bagian Perekonomian Pemkab Grobogan, dan Dinas Lingkungan Hidup Grobogan. Petugas tersebut berada di lokasi sekitar satu jam untuk mengumpulkan sejumlah data dan mengambil gambar lapangan.

Petugas sempat mencium bau gas saat muncul semburan air yang cukup tinggi. Beberapa petugas terlihat mengambil sampel air dari semburan untuk diuji laborat.

Baca Juga: Bau Belerang, Semburan Air di Desa Karanggeneng Grobogan Bikin Takut Warga

Dari analisa sementara, air yang keluar dari semburan itu memiliki kandangan besi. Hal itu dilihat dengan berubahnya warna benda disekitar semburan menjadi coklat karena terkena genangan air.

”Sejauh ini kami belum menemukan ada unsur minyak dalam semburan air itu. Untuk lebih pastinya, kami akan memeriksa di laboratorium terkait kandungan yang terdapat pada air tersebut,” kata Analis Keteknikan Migas Dinas ESDM Jateng Balai Kendeng Selatan Adi Santoso.

Meski air yang keluar terlihat jernih namun Adi menyarankan agar tidak dikonsumsi karena ada kandungan besi. Warga juga diimbau agar tidak menggunakan air untuk menyiram tanaman di persawahan.

Kepala Desa Karanggeneng Agus Mulyadi mengatakan, tahun lalu, semburan air sudah muncul lalu berhenti dan sekarang keluar lagi. Semburan air itu keluar dari pipa bekas sumur pompa yang sudah lama tidak digunakan. Kemungkinan, sudah lebih 20 tahun sumur pompa itu tidak digunakan dan pipanya sudah tertutup tanah.

”Kami berharap, semburan air itu segera ditangani pihak terkait agar masyarakat tidak resah. Rencananya, kami akan menutup sumur dengan bebatuan dan semen setelah tekanan berkurang,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jelang Libur Akhir Tahun, Pantai Kartini Siapkan Personel Tambahan

Selengkapnya →