Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Biar Harmonis, 75 Pasangan Calon Pengantin di Grobogan Dibekali Pengetahun Berumah Tangga



Reporter:    /  @ 19:09:38  /  13 September 2017

    Print       Email

Kasi Bimas Islam Kemenag Grobogan Fahrurrozi saat menyampaikan pembekalan pada calon pengantin, Rabu (13/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebanyak 75 pasangan calon pengantin di Grobogan mendapat pembekalan pengetahuan seputar masalah perkawinan dan cara membina mahligai rumah tangga yang benar. Puluhan calon pengantin yang berasal dari beberapa kecamatan itu akan menjalani pembekalan selama dua hari.

”Ini merupakan program terbaru dan 75 pasangan ini merupakan angkatan pertama yang dapat pembekalan. Mereka yang dapat pembekalan adalah calon pengantin yang sudah mendaftar ke KUA dan akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat,” jelas Kasi Bimas Islam Kemenag Grobogan Fahrurrozi, Rabu (13/9/2017).

Pembekalan terhadap calon pengantin dilaksanakan dua hari, sampai besok. Tiap hari, pembekalan dilangsungkan selama 8 jam hingga selepas asar. Keesokan harinya, peserta kembali datang ke lokasi pelatihan untuk mengikuti sesi terakhir.

Menurut Fahrur, narasumber pembekalan disampaikan oleh Kepala KUA, penyuluh agama Islam, dan beberapa staf dari kantor Kemenag Grobogan. Selain itu, pihaknya juga menggandeng Dinas Kesehatan Grobogan sebagai narasumber pada hari kedua. Dari pihak dinkes akan menyampaikan materi berkaitan dengan kesehatan reproduksi dan masalah kesehatan umum lainnya.

Pembekalan terhadap calon pengantin itu berasal dari Kementerian Agama. Sumber dananya diambilkan dari penerimaan negara bukan pajak dari biaya nikah dan rujuk.

Fahrur menyatakan, tujuan utama pembekalan itu adalah untuk menguatkan pemahaman tentang pernikahan pada calon pengantin. Dengan memiliki pemahaman yang benar, diharapkan pernikahan mereka bisa harmonis.

”Tujuan lainnya adalah untuk menekan angka perceraian di Grobogan yang masih cukup tinggi. Dengan dapat pembekalan, kita harapkan dampak kedepan bisa menurunkan angka perceraian ini. Dari data yang ada, kasus perceraian itu rentan terjadi saat usia perkawinan berkisar 1-5 tahun,” imbuhnya. 

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Ini Identitas Pemotor Tewas pada Kecelakaan di Jalan Inspeksi Bendung Klambu Grobogan 

Selengkapnya →