Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Sepi, Pedagang Waduk Kedungombo Pindah ke Wana Wisata Kedung Cinta



   /  @ 18:02:47  /  13 September 2017

    Print       Email

Pedagang di luar pos retribusi Waduk Kedungombo yang dipasang portal sedang mengemasi barang dagangannya karena Kedungombo makin sepi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Dampak penutupan obyek wisata Waduk Kedungombo (WKO) sejak Minggu (3/9/2017) lalu, mulai dirasakan pedagang yang biasa berjualan di kawasan tersebut. Adanya larangan masuk bagi pengunjung, mengakibatkan omzet pendapatan pedagang turun drastis.

Setelah Waduk Kedungombo ditutup untuk akses wisata, puluhan pedagang yang juga dilarang berjualan di dalam kawasan wisata akhirnya pindah lokasi darurat. Mereka mendirikan tenda jualan pada lahan kosong di belakang pos retribusi. Ada juga yang berjualan di pinggir jalan di sekitar pintu masuk dan tanah kosong di kawasan hutan.

”Memang sejak ditutup masih ada orang datang kesini. Tetapi, pengunjung yang njajan berkurang jauh,” kata Suminah, salah seorang pedagang.

Baca Juga: Objek Wisata Waduk Kedungombo Ditutup, Ratusan Pengunjung Kecewa

Setelah Waduk Kedungombo ditutup, banyak pengunjung memilih berwisata ke Wana Wisata Kedung Cinta di kawasan hutan Perhutani KPH Telawa. Lokasi wisata ini berada sekitar 3 km sebelah barat Waduk Kedungombo.

Wana wisata yang di dalamnya juga terdapat warung apung ini berada di pinggiran waduk Kedungombo, namun wilayahnya sudah masuk Kabupaten Boyolali. Tepatnya, di Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu.

Baca Juga: Penutupan Obyek Wisata Waduk Kedungombo Diduga Karena Kasus Pungli

Pada lokasi wisata ini sudah terdapat banyak wahana. Antara lain, warung makan apung di tengah waduk, jetsky, speedboot, bebek air, sejumlah playground kid, dan tempat foto selfie yang menarik. Sejak Waduk Kedungombo ditutup, banyak pengunjung akhirnya menjadikan Wana Wisata Kedung Cinta sebagai pilihan untuk mengobati kekecewaan.

Makin meningkatnya pengunjung wana wisata membuat para pedagang di Waduk Kedungombo berniat untuk pindah kesana. Informasinya, sudah ada puluhan pedagang yang mengajukan permohonan berjualan pada pengelola Wana Wisata Kedung Cinta.

”Informasi yang saya terima, memang ada banyak pedagang yang ingin pindah ke wana wisata. Selain kondisi makin sepi, alasan pedagang mau pindah karena belum ada kepastian wisata Kedungombo dibuka lagi untuk wisatawan,” jelas Kepala Desa Rambat, Kecamatan Geyer Trihadi Budi Sanyoto, Rabu (13/9/2017).

Menurut Trihadi, jumlah warganya yang selama ini mencari nafkah di Waduk Kedungombo mencapai 150 orang. Sebagian besar mereka itu berjualan ikan bakar atau pedagang asongan. Kalau momen liburan, jumlah warga yang terlibat di Waduk Kedungombo makin banyak. Biasanya, mereka membantu ngurusi parkir kendaraan yang jumlahnya bisa ribuan kalau hari libur,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejauh ini belum menerima pemberitahuan resmi perihal penutupan Waduk Kedungombo untuk akses wisata. Harapannya, persoalan yang terjadi segera terselesaikan dan obyek wisata Waduk Kedungombo bisa dibuka lagi.

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Terpeleset, Penjaga Pintu Bendung Klambu Grobogan Hanyut di Sungai Lusi

Selengkapnya →