Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Krisis Air di Jepara Semakin Meluas BPBD Berencana Ajukan Penggunaan Dana Tak Terduga



Reporter:    /  @ 14:59:55  /  13 September 2017

    Print       Email

Seorang warga Desa Kedung Malang, Kecamatan Kedung menuangkan air bersih, Rabu (13/9/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Krisis air bersih tak hanya terjadi di Desa Kedung Malang, Kecamatan Kedung. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, hingga kini dampak musim kemarau meluas menjadi enam desa. 

“Setelah kemarin terimbas empat desa (Kedung Malang, Kalianyar di Kecamatan Kedung, Blimbingrejo-Nalumsari dan Raguklampitan-Batealit), kini ada dua desa lagi yang melaporkan kondisi kekeringan air, yakni Desa Tunggul Pandean di Nalumsari dan Karangaji di Kecamatan Kedung. Hanya saja, laporan resmi (tertulis) belum masuk kepada kami,” tutur Jamaludin Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jepara, Rabu (13/9/2017).

Menurutnya, kejadian di Tunggul Pandean berimbas pada sebuah sekolah dan lingkungan disekitarnya. Sementara di Karangaji menimpa pada lingkungan desa. 

Baca Juga: Warga Kedung Malang Jepara Rela Tak Mandi untuk Berhemat Air

Ia mengungkapkan, bila sudah ada surat resmi yang masuk BPBD Jepara akan melakukan droping air. Namun hingga saat ini pihaknya belum melakukannya karena belum ada permintaan droping air secara resmi. 

“Saat ini kami baru melaksanakan droping di empat desa yang telah melakukan pelaporan resmi (Kedung Malang, Raguklampitan, Kalianyar dan Blimbingrejo). Frekuensinya sebanyak tiga kali seminggu,”

Adapun, untuk satu kali droping, BPBD Jepara menurunkan tanki air gunung yang berasal dari Kudus yang bervolume sekitar 7000 liter. 

Terkait dana, Jamal mengatakan akan mengevaluasi penggunaanya. Hal itu karena dimungkinkan krisis air bersih semakin meluas. Padahal anggaran yang digunakan untuk droping air relatif sedikit. 

Dikatakannya sebelumnya, untuk anggaran BPBD diberikan jatah sebanyak Rp 22 juta. Namun ketika dampak musim kemarau semakin meluas, pihaknya bisa saja meminta bantuan dari bupati. 

“Ini nanti anggaran dari APBD untuk droping air kita rekapitulasi berapa yang telah keluar. Jika anggaran tersebut tak terpenuhi, maka kita akan memohon kepada Pak Bupati untuk menggunakan dana tak terduga,” urainya.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Film Produksi SMPN 1 Gubug Kembali Berjaya di Ajang Festival Film Grobogan

Selengkapnya →