Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Warga Kedung Malang Jepara Rela Tak Mandi untuk Berhemat Air



Reporter:    /  @ 13:03:51  /  13 September 2017

    Print       Email

Warga RT 3 dan RT 5 Desa Kedung Malang, Kecamatan Kedung antre air bersih , Rabu (13/9/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Warga RT 3 dan RT 5 Desa Kedung Malang, Kecamatan Kedung rela tak mandi untuk berhemat air. Hal itu lantaran sudah seminggu terakhir sumber air PAM yang digunakan sudah tak mengalir. Praktis, warga hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah berupa droping air bersih. 

“Seminggu terakhir ini airnya tidak mengalir sama sekali. Ada air sumur, namun jika musim kemarau seperti ini rasanya asin. Sehingga hanya mengandalkan bantuan untuk masak dan minum. Kalau mencuci atau mandi ya pergi ke rumah saudara yang airnya masih ada,” tutur Warga RT 3/RW 3 Desa Kedung Malang, Khayatun Nissa (40), Rabu (13/9/2017). 

Saat ditemui, Khayatun tengah mengantre air bantuan dari BPBD Jepara. Ia mengatakan, setiap kali bantuan datang ia dapat mengumpulkan sekitar lima jeriken bervolume sekitar 20 liter. 

Dari jeriken tersebut, ia lantas membagi-baginya untuk berbagai kebutuhan seperti memasak dan minum. Dirinya menyebut telah berlangganan air dari Perusahaan Air Minum. Namun di musim seperti ini, tidak ada air yang keluar dari saluran. 

“Biasanya kalau keluar ya bayarnya sekitar Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu. Namun kalau seperti ini ya tetap bayar meskipun sedikit sekitar Rp 40 ribu,” urainya.

Hal serupa diakui oleh Paimatun (50). Menurutnya, ia tidak berlangganan air PAM namun hanya mengandalkan bantuan air bersih. 

“Satu minggu ya habis sakblong (drum ukuran 150 liter). Namun kalau dibuat mandi ya habisnya cepat,” kata dia. 

Staf Kesejahteraan Desa Kedung Malang Muhammad Khamim mengatakan, setidaknya ada dua RT yang terimbas kekeringan. “Satu RT jumlah Kepala Keluarganya ada sekitar 80 sampai 90. Yang terimbas ada dua RT, Rukun Tetangga 3 dan 5,” kata dia. 

Khamim menyebut, setiap tahun daerah tersebut selalu mengalami kekeringan. Namun, ia mengatakan tahun ini yang paling parah. Selain droping air dari BPBD Jepara, desa tersebut juga mendapatkan bantuan air dari PDAM Jepara, guna mengatasi masalah itu.

“Hari ini selain dari BPBD ada juga bantuan dari PDAM Jepara yang menyuplai air kepada warga kami,” pungkasnya. 

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Tak Punya IMB, Pemilik Kos di Kawasan Kampus UMK Dipanggil Satpol PP

Selengkapnya →