Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Pengobatan Bayi Berusia 2 Hari Penderita Jantung Bocor di RSUD Kudus Gratis



Reporter:    /  @ 19:30:24  /  12 September 2017

    Print       Email

Asyifan Maulana, bayi mungil berusia dua hari yang didiagnosa mengalami jantung bocor menjalani perawatan di RSUD Kudus, Selasa (12/9/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kudus menggratiskan semua biaya pengobatan Asyifan Maulana, bayi mungil berusia dua hari yang didiagnosa mengalami jantung bocor.

Kepastian tersebut diungkapkan langsung oleh Direktur RSUD Kudus dokter Aziz Achyar, Selasa (12/9/2017). Menurutnya, biaya pengobatan bayi tersebut memang cukup tinggi.

Dalam sehari, biaya pengobatan lengkap dengan obat berkisar antara Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta. Biaya tersebut termasuk biaya obat dalam sehari.

”Karena penyakit dalam, biayanya memang cukup tinggi,” katanya.

Baca Juga: Tak Ditanggung BPJS, Biaya Pengobatan Bayi Penderita Jantung Bocor Capai Rp 1 Juta Per Hari

Hanya saja, karena biaya tersebut tak ter-cover BPJS Kesehatan, pihak rumah sakit memberikan penawaran untuk ikut progam Jaminan Kesehatan Daerah. Dengan program tersebut, semua biaya di RSUD gratis.

”Tapi, untuk perawatannya berada di kelas tiga. Saat ini, orang tua sedang mengurus syaratnya setelah diberikan solisi kemarin,” ungkapnya.

Untuk persyaratannya, cukup dengan menunjukkan KTP. Namun, karena masih bayi, KTP bisa diganti surat keterangan kelahiran dan KK orang tua.

Syarat tersebut merupakan syarat yang sudah disepakati Pemkab Kudus. Karenanya, setiap warga yang tidak mampu bisa menggunakan fasilitas yang sama dan tak akan dipungut biaya sepeserpun.

”Pihak rumah sakit tak akan menolak pasien yang datang sekalipun itu anak-anak. Bahkan saat masuk, pihak rumah sakit tak meminta uang muka sebagai syarat penanganan,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

BERITA PILIHAN SEPEKAN : Mobilio Tergilas Kontainer sampai Polisi Nyamar Hanya Demi Tangkap Penghina Presiden dan Agama

Selengkapnya →