Loading...
You are here:  Home  >  Info Jateng  >  Banyumasan  >  Artikel ini

960 Kasus HIV/AIDS Terjadi di Cilacap



   /  @ 20:00:23  /  12 September 2017

    Print       Email

Foto Ilustrasi (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Cilacap – Sebanyak 960 kasus “Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS)” terjadi di Kabupaten Cilacap, hingga bulan Juni 2017.

“Seperti kita pahami bersama bahwa epidemi HIV/AIDS sudah sangat mengkhawatirkan. Data kasus HIV/AIDS dari waktu ke waktu masih menunjukkan peningkatan, baik jumlah kasus maupun penyebaran populasi mereka yang terpapar,” kata Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji di Cilacap, Selasa (12/9/2017) dikutip dari Antarajateng.com.

Bupati mengatakan hal itu saat membuka kegiatan “Workshop Set Up Implementasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS (P2HA) di Tempat Kerja” yang diselenggarakan oleh Pertamina Refinery Unit IV Cilacap bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Cilacap, Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Cilacap, serta Dinas Kesehatan Cilacap di Gedung Patra Graha, Cilacap, yang diikuti perwakilan dari sejumlah perusahaan.

Lebih lanjut, dia mengatakan dari 960 kasus HIV/AIDS tersebut, 30 persennya berada pada komunitas pekerja dan 27 persen merupakan ibu rumah tangga. Menurut dia, hal itu menunjukkan adanya pergeseran populasi penderita yang semula didominasi oleh kelompok risiko tinggi, saat ini telah masuk ke ranah masyarakat umum dan keluarga.

“Selanjutnya, perlu kita ketahui bersama bahwa pemerintah melalui Strategi Penanggulangan HIV dan AIDS telah menetapkan pada tahun 2030 tercapai ‘Three Zero’ HIV dan AIDS yang bertujuan untuk mencegah dan mengendalikan epidemi HIV/AIDS di Indonesia,” ujarnya.

Ia mengatakan “Three Zero” tersebut terdiri atas menurunkan jumlah kasus baru HIV, menurunkan angka kematian akibat HIV, serta menurunkan stigma dan diskriminasi. Menurut dia, ketidakpahaman tentang HIV/AIDS menyebabkan stigma dan diskriminasi yang tidak perlu serta tidak sesuai dengan prinsip penanggulangan HIV secara menyeluruh. 

“Pekerja sebagai salah satu kelompok masyarakat yang strategis dan produktif wajib mendapatkan pelindungan termasuk perlindungan dari terpapar HIV/AIDS. Banyak pekerja berhadapan dengan kondisi dan situasi kerja yang rentan serta berisiko tertular atau menularkan HIV,” ungkapnya.

Oleh karena itu, kata dia, perlu pengelolaan yang baik di tempat kerja mengingat tempat kerja merupakan wilayah yang strategis untuk intervensi pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Secara khusus, lanjut dia, program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja telah diatur melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja yang wajib diimplementasikan di tempat kerja masing-masing.

Dalam kesempatan itu, bupati menyampaikan selamat dan sukses kepada Pertamina RU IV Cilacap yang telah dua tahun berturut-turut memperoleh penghargaan dari Menteri Tenaga Kerja dalam program penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja.

“Walaupun penghargaan bukan merupakan tujuan utama, tetapi apa yang telah dilakukan Pertamina RU IV Cilacap, saya harapkan dapat memotivasi perusahaan-perusahaan lain agar mau terlibat dan peduli dalam program penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja,” katanya. 

Saat ditemui usai kegiatan, bupati mengharapkan perusahaan-perusahaan yang ada di Cilacap mengikuti jejak Pertamina RU IV Cilacap dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja.

Sementara itu, Pejabat Sementara General Manager Pertamina RU IV Cilacap Yosua Nababan mengatakan dengan adanya berbagai proyek berdampak pada banyaknya tenaga kerja dari luar yang masuk wilayah Cilacap. “Namun kami mengutamakan tenaga kerja dari Kabupaten Cilacap,” kata dia yang juga Senior Manager Operation and Manufacturing Pertamina RU IV Cilacap.

Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi memunculkan penyebaran HIV/AIDS karena sifat pekerjaan itu sendiri. Oleh sebab itu, kata dia, pihaknya terus menggalakkan kegiatan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS sebagai upaya mendukung program pemerintah.

Dengan demikian, lanjut dia, keberadaan Pertamina RU IV Cilacap dapat dirasakan masyarakat khususnya dalam hal kepedulian terhadap penanggulangan HIV/AIDS.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

BERITA PILIHAN SEPEKAN : Mobilio Tergilas Kontainer sampai Polisi Nyamar Hanya Demi Tangkap Penghina Presiden dan Agama

Selengkapnya →