Loading...
You are here:  Home  >  Info Jateng  >  Banyumasan  >  Artikel ini

Jenazah Pasutri Terbungkus Bed Cover Dimakamkan di Pekalongan Hari Ini



   /  @ 14:28:16  /  12 September 2017

    Print       Email

FOTO ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Pekalongan – Jenazah pasangan suami istri yang terbungkus bed cover dimakamkan di kampung halamannya di pemakaman keluarga di Kradenan Gang 3, Pekalongan Selatan, Pekalongan, hari ini, Selasa (12/9/2017) siang.

Ratusan warga, dan anggota keluarga turut dalam prosesi pemakaman.Usai disalatkan di masjid, keduanya langsung dibawa ke pemakaman yang berjarak sekitar 500 meter. Dengan cara bergantian, warga bergantian memikul keranda jenazah.

Pasangan Husni Zarkasih (58) dan istri Zakiah Husni (53) ditemukan tewas terbungkus bed cover di Sungai Klawing, Purbalingga, Senin (11/9/2017). Mayatnya ditemukan warga setempat. Kejadian itu membuat geger penduduk di sekitar lokasi penemuannya.

Baca : GEGER, Sepasang Mayat Terbungkus Sprei Hanyut di Sungai Klewing Purbalingga 

Anggota kerabat korban di kampung halaman di Pekalongan merasa kehilangan dengan kematian pasangan ini. Salah satunya Imadudin (35), keponakan dari Zakiah mengatakan, keluarga sangat kehilangan. Mereka tidak menyangka jika korban meninggal dunia dengan cara sadis. “Sugguh tidak kami sangka-sangka,” kata Imadudin dikutip dari detik.com.

Dirinya mengaku terakhir bertemu dengan kedua korban saat Hari Raya Idul Adha, beberapa hari lalu. Korban ketika itu menyerahkan hewan kurban di musala sekitar kampungnya.

Kerabat korban yang lain, Maskuri, menceritakan, pasangan ini termasuk sukses dalam berbisnis konveksi. Korban juga peduli dengan warga miskin di sekitarnya. “Orangnya baik hati dan dermawan juga tidak sombong. Walaupun telah sukses di Jakarta, beliau kerap mondar-mandir di Pekalongan, sekedar menyalami warga miskin,” kata Maskuri yang merupakan warga Banyuripalit.

Hampir setiap empat bulan sekali, kedua pasangan suami istri ini membagikan rejeki bagi warga yang kurang mampu, baik di lingkungan Banyuripalit maupun Buaran. Husni juga merupakan seorang hafidz (orang yang hafal Alquran). Selain itu juga menjadi bapak asuh dari ratusan anak yatim-piatu.

“Hatinya sungguh mulia, selain anak yatim, mereka juga kerap membantu perlengkapan musala di beberapa wilayah, seperti alat ibadah dan karpet,” terangnya.

Adapun impian yang belum terwujud adalah membangun sebuah masjid di gang sebelah kampungnya. “Tahun kemarin, sudah membeli tanah dan hari ini sedianya membawa uang untuk membangun masjid,” beber Maskuri.

BacaIdentitas Sepasang Mayat Terbungkus Bed Cover di Purbalingga Terungkap, Asal Pekalongan, Domisili Benhil Jakarta

Jalan kesuksesan Husni bermula dari dirinya keluar dari PT Krakatau Steel pada tahun 1990 dan mencoba untuk usaha garmen di Jakarta bersama istrinya. Dengan kegigihanya, usaha konfeksi ini berkembang pesat. Husni yang bergelar master bisnis internasional alummnus Universitas Indonesia (UI) ini merupakan pemilik merek dagang Alton Kids. Usaha gamen yang dirintisnya mulai maju pesat.

Selain di Jakarta, Husni juga membuka usaha di Pekalongan dengan nama yang sama. Sekitar tahun 2005, dia dan istrinya mulai melirik pasar luar negeri, mulai Asia, Amerika, Eropa hingga Afrika.

Perkembangan kasusnya, hingga saat ini polisi masih terus mengejar pelaku pembunuh sadis ini. Kasat Reskrim Polres Purbalingga AKP Tarjono Sapto Nugroho kepada wartawan Senin (11/9/2017) malam mengatakan Polres Purbalingga bekerjasama dengan Polres Jakarta Pusat bekerjasama mengungkap kasus ini. Mengingat kedua korban dirampok di rumahnya di Jalan Pengairan No 21, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kemudian mayat korban dibuang di Sungai Klawing, Purbalingga dan ditemukan warga pada pagi kemarin.

Polres Jakarta Pusat dan Polsek Tanah Abang juga telah melaksanakan olah TKP di rumah tersebut. Dari hasil olah TKP, polisi menemukan bercak darah di rumah tersebut. Sejumlah barang berharga milik korban juga hilang. Di antaranya emas, perhiasan, sertifikat tanah hingga mobil milik korban.

“Itu dari pintu masuk itu sudah ada darah, di ruang tamu sampai kamar. Keadaan rumah terkunci,” kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto usai olah TKP, kemarin.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Ini Identitas Pemotor Tewas pada Kecelakaan di Jalan Inspeksi Bendung Klambu Grobogan 

Selengkapnya →