Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Masjid Jami, Peninggalan Sunan Kalijaga di Kadilangu Pati yang Dibangun Sebelum Masjid Agung Demak



Reporter:    /  @ 12:40:47  /  12 September 2017

    Print       Email

Empat pilar Masjid Jami’ di Desa Kadilangu, Trangkil yang menjulang tinggi dan dipercaya peninggalan Sunan Kalijaga. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Masjid Jami’ di Desa Kadilangu, Kecamatan Trangkil yang diresmikan Habib Luthfi bin Yahya pada 2008 lalu ternyata peninggalan salah satu anggota Walisongo, yakni Sunan Kalijaga.

Masjid tersebut memiliki empat pilar dari pohon jati utuh yang menjulang tinggi dengan pahatan yang tidak rata. Hal itu menguatkan bukti bahwa empat pilar itu dibuat pada sekitar abad ke-15.

“Selain digunakan tempat ibadah warga Kadilangu, Masjid Jami’ juga banyak dikunjungi wisatawan luar daerah. Sebagian besar pengunjung yang datang untuk kebutuhan wisata religi,” kata penduduk setempat, Irham Shodiq, Selasa (12/9/2017).

Baca Juga: Jejak Sunan Kalijaga di Desa Kadilangu Pati

Irham menyebut, masjid tersebut lebih tua dari Masjid Agung Demak. Sebab, masjid itu dibangun sebelum Sunan Kalijaga menetap di Demak dan membangun Masjid Agung Demak.

Hanya saja, masjid yang saat ini dibangun cukup megah itu dulunya hanya langgar, surau atau musala. Tempat tersebut digunakan untuk ibadah sekaligus tempat ngaji dan aktivitas belajar-mengajar.

Beberapa ornamen kuno terlihat menghiasi Masjid Jami’ kendati sudah mendapatkan sentuhan bangunan baru. Sejumlah pohon lontar besar yang menjulang di halaman masjid juga menguatkan kesan bahwa Kadilangu merupakan kampung santri.

Dikatakan, masjid tersebut sudah cukup layak untuk dijadikan sebagai salah satu cagar budaya dan jujugan wisata religi. Namun, masjid tersebut selama ini masih sebatas digunakan tempat ibadah.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Kosek Kos-kosan dan Penginapan, 9 Pasangan Mesum di Grobogan Terjaring

Selengkapnya →