Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Elpiji 3 Kg Langka, Ratusan Warga Serbu Operasi Pasar di Kecamatan Mejobo



Reporter:    /  @ 11:56:16  /  12 September 2017

    Print       Email

Warga Kecamatan Mejobo Kudus mengantre gas elpiji 3 Kg saat operasi pasar di depan Kantor Kecamatan Mejobo, Selasa (12/9/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan warga Kecamatan Mejobo, berjubel di kantor kecamatan, Selasa (12/9/2017).  Mereka rela berdesak-desakkan untuk mendapatkan gas elpiji tiga kilogram atau elpiji melon saat Operasi Pasar (OP) yang digelar Pemkab Kudus. 

Marsumi (55) warga Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo mengatakan, sejak sepekan lalu elpiji tiga kilogram memang sulit didapat. Untuk mendapatkan elpiji, pihaknya pun sering berburu di kecamatan-kecamatan terdekat dengan harga hingga Rp 25 ribu per tabung.

“Sudah ada sekitar satu minggu ini gas sulit didapat. Itulah kenapa operasi pasar ini langsung diserbu warga,” katanya kepada MuriaNewsCom, Selasa (12/9/2017)

Saking banyaknya warga, puluhan petugas Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus dan petugas Kecamatan Mejobo sempat kewalahan mengatur warga. Beruntung, ratusan warga masih bisa diatur untuk tetap mengantre sehingga kondisi di lapangan tetap kondusif.

Meski begitu, operasi pasar yang digelar sekitar pukul 10.00 WIB langsung ludes dalam hitungan menit. Bahkan belum sampai pukul 11.00 WIB, pasokan sudah habis. Akibatnya, masih banyak warga yang tak mendapatkan elpiji.

Imam Prayitno, Kabid Fasilitasi Perdagangan dan  Perlindungan Konsumen pada dinas Perdagangan Kudus menjelaska, operasi pasar dilakuan seiring dengan keluhan masyarakat akan langkanya elpiji.

Sasarannya adalah masyarakat tidak mampu dan mengurangi keresahan masyarakat atas kelangkaan elpiji.

”Hari ini ada dua kecamatan yang dilakukan operasi pasar, yaitu Mejobo dan Jekulo. Tiap kecamatan diberikan jatah 560 tabung gas atau satu LO,” jelasnya.

Namun, disinggung tentang jumlah pasokan yang kurang dangan masih banyaknya masyarakat yang antre saat gas habis, dia menyebut kalau jatah yang diberikan sifatnya terbatas. Sehingga tidak bisa ditambah lagi. 

“Dan lagi, berapapun jumlah tabung saat OP akan kurang lantaran tiap warga memiliki lebih dari satu tabung,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jemaah Umrah di Pati Gelar Aksi Solidaritas Kedaulatan Palestina dan Yerusalem

Selengkapnya →