Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Antisipasi Kasus Debora di Kudus, Bupati Minta Tenaga Kesehatan Beri Pelayanan Terbaik



   /  @ 16:48:58  /  11 September 2017

    Print       Email

Bupati Kudus Musthofa memimpin rapat untuk menerapkan pelayanan kesehatan terbaik di Kabupaten Kudus. (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Kasus meninggalnya Tiara Debora, bayi berusia empat bulan (4 bulan) di Jakarta memang menyita perhatian banyak pihak. Salah satunya Bupati Kudus Musthofa. Untuk itu, ia meminta semua jajaran kesehatan di Kudus untuk memberikan pelayanan yang terbaik.

Pernyatan tersebut disampaikannya di hadapan kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi, para kepala puskesmas, beserta tenaga kesehatan di pendopo Kabupaten, Senin (11/9). Bupati mengambil langkah cepat ini agar kasus serupa tidak terjadi di Kudus.

“Jangan ada Debora di Kudus,” tegasnya.

Pelayanan terbaik yang dimaksudkan adalah agar semua fasilitas kesehatan di Kudus (baik negeri maupun swasta) memberikan pelayanan terbaik atas dasar kemanusiaan. Bukan atas dasar/berorientasi materi.

Bupati dua periode ini meminta agar siapapun yang datang ke puskesmas/rumah sakit bisa segera terlayani. Tanpa melihat latar belakangnya. Apalagi di Kudus masyarakat bisa dilayani di puskesmas atau kelas III RS hanya dengan KTP.

“Dan pelayanan tidak harus dilayani di rumah sakit. Kalau memang bisa dilayani di puskesmas, seharusnya tidak perlu sampai rumah sakit,” imbuhnya.

Kesiapan tenaga media dan segala perlengkapannya menjadi perhatiannya. Dirinya meminta jajaran tenaga kesehatan di bawah koordinasi DKK senantiasa dalam kondisi ‘ready’.

“Tidak boleh ada puskesmas yang bed-nya terlipat. Semua harus siap menerima pasien kapanpun. Termasuk kebersihan juga harus dijaga,” pesannya.

Komitmen ini tentu hanya ingin memberikan layanan secara maksimal bagi masyarakat Kudus. Bahwa pelayanan kesehatan menjadi prioritasnya. Sinergitas semua pihak diperlukan dalam layanan ini. Termasuk RS swasta juga harus turut mendukung layanan kesehatan ini.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Panggil DPN APTRI, KPPU Tindak Lanjuti Dugaan Monopoli Gula yang Dilakukan Bulog

Selengkapnya →