Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Omzet Santri Ganteng Asal Pati ‘Musuh’ Jonru Ini Capai Ratusan Juta per Bulan



Reporter:    /  @ 10:56:30  /  11 September 2017

    Print       Email

Rifan Herriyadi, pemuda asal Desa Krandan, Trangkil yang menjalani bisnis dengan omzet ratusan juta rupiah per bulannya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Nama Rifan Herriyadi tidak asing lagi di kalangan warganet Indonesia. Dia dikenal sebagai pemuda pertama yang berani “head to head” dengan Jonru di meja persidangan.

Selain dikenal sebagai aktivis medsos, santri asal Desa Krandan, Trangkil, Pati ini ternyata punya bisnis online dan offline dengan omzet ratusan juta rupiah setiap bulannya. Di usianya yang masih 25 tahun, Rifan menjadi salah satu pengusaha muda asal Pati yang sukses.

“Saya sudah suka bisnis sejak kelas satu SMA, mulai dari jadi agen pulsa, usaha bimbingan belajar, usaha penerjemah, bisnis terasi, sampai trading forex yang sering gagal. Dulu, saya hampir saja putus asa,” ujar Rifan kepada MuriaNewsCom, Senin (11/9/2017).

Berkat keuletan dan kesabarannya, mahasiswa semester akhir Universitas Brawijaya ini berhasil membangun bisnis melalui CV Diginusa Dafelindo yang bergerak di bidang produksi pakaian.

Tak hanya itu, dia juga dipercaya Google sebagai salah satu mitra terbaik Google Asia Pasific di bidang ads publisher. Meski masih mahasiswa, Rifan sudah mempekerjakan lebih dari 20 orang.

Sebagian besar pekerjanya justru sudah sarjana. Dia bertekad terus mengembangkan bisnisnya, sehingga bisa membuka lowongan pekerjaan dan memberikan manfaat kepada orang lain.

Ditanya soal nilai pasti omzet, Rifan masih malu-malu dan enggan membeberkannya. Namun, ia memastikan bila omzetnya sudah mencapai ratusan juta rupiah per bulan.

Kepeduliannya pada Indonesia di tengah arus informasi yang begitu deras, Rifan juga membangun komunitas masyarakat peduli sosial media. Sebuah komunitas yang dibangun untuk tujuan bisnis dan analisa informasi hoax.

“Warganet sekarang banyak yang kurang bijaksana dalam memanfaatkan media sosial. Kami ingin membangun komunitas yang bisa memanfaatkan medsos untuk bisnis, analisa framing suatu informasi dan bagaimana menganalisa berita hoax,” ucap Rifan.

Baca : Meski Hafal Alquran, Santri Asal Pati yang Jadi Lawan Berat Jonru Ini Enggan Disebut Hafiz

Dalam bisnis, kata dia, ada banyak hal yang harus disikapi dengan bijak. Misalnya, bisnis itu mesti punya nilai manfaat kepada orang lain.

Selain itu, seseorang tidak boleh putus asa saat mengalami kegagalan. Bagi dia, kegagalan adalah sesuatu yang berharga. Sebab, dari kegagalan seseorang bisa belajar untuk menjadi lebih baik.

Nama Rifan mencuat setelah dilaporkan oleh Jonru ke Polda Metro Jaya atas dugaan kasus pencemaran nama baik. Jonru juga melaporkan Akhmad Sahal (@Sahal_AS) atas kasus yang sama.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Tak Punya IMB, Pemilik Kos di Kawasan Kampus UMK Dipanggil Satpol PP

Selengkapnya →