Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Tragis!! Warga Ngraji Grobogan Ditemukan Sudah Jadi Kerangka di Rumahnya



Reporter:    /  @ 11:24:15  /  10 September 2017

    Print       Email

Anggota Polres Grobogan melakukan identifikasi mayat Warga Dusun Cabeyan, Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi yang ditemukan sudah menjadi kerangka, Sabtu (9//9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Warga Dusun Cabeyan, Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi digegerkan penemuan sosok mayat yang sudah tinggal kerangka, Sabtu (10/9/2017).

Mayat yang sudah tinggal kerangka diketahui bernama Mulyati, warga setempat. Mayat atau kerangka perempuan berusia 59 tahun itu ditemukan di dalam rumahnya sendiri sekitar pukul 13.00 WIB.

Mayat tersebut kali pertama diketahui Margono (57), tetangga korban. Ceritanya, siang itu, Margono hendak memasang patok batas tanah yang berbatasan dengan rumah korban. Setelah sampai di lokasi, Margono bermaksud meminjam cangkul ke tempat korban untuk menggali tanam guna memasang patok.

Saat dipanggil, tidak ada sahutan dari dalam rumah. Kemudian, ia membuka pintu rumah untuk mencari keberadaan korban. Nah, saat membuka pintu rumah yang tidak terkunci, Margono mendapati ada sosok kerangka di dalam rumah tersebut.

Melihat peristiwa itu, Margono segera memberitahu tetangga sekitar dan menghubungi anak korban bernama Suparjo yang tinggal di Desa Putat. Setelah anaknya datang, kejadian itu lalu dilaporkan pada pihak kepolisian.

Kapolsek Purwodadi AKP Sugiyanto menyatakan, setelah menerima laporan, pihaknya segera melakukan olah tempat kejadian dan melakukan pemeriksaan bersama tim reskrim dan inafis Polres Grobogan. Berdasarkan pemeriksaan, tidak ditemukan tanda penganiayaan dalam tubuh korban.

Saat ditemukan, kondisi mayat dalam posisi terlentang dan sebagian badannya tertutup kain. Sebagian besar kondisi tubuh korban sudah mangering tinggal kerangka, kecuali tangan kanan dan dada yang dagingnya masih mengalami proses pembusukan.

Dari keterangan warga, korban sempat mengalami gangguan mental dan sering pergi meninggalkan rumah. Selama ini, korban tinggal di rumahnya seorang diri.

“Warga melihat korban terakhir kali sekitar 4 bulan lalu. Dari pemeriksaan yang kita lakukan, korban diperkirakan sudah meninggal sekitar tiga bulan,” jelasnya.

Setelah diperiksa, jenazah kemudian diserahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga bisa menerima kenyataan dan tidak menghendaki dilakukannya tindakan otopsi terhadap jenazah.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Film Produksi SMPN 1 Gubug Kembali Berjaya di Ajang Festival Film Grobogan

Selengkapnya →