Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Ini Komentar Haris dan Fani Usai Dinobatkan Sebagai Mas dan Mbak Jepara 2017



Reporter:    /  @ 19:12:40  /  9 September 2017

    Print       Email

Haris Ihza Mahendra dan Regina Lulufani dinobatkan sebagai Mas dan Mbak Jepara 2017. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Haris Ihza Mahendra dan Regina Lulu Fani dinobatkan sebagai Mas dan Mbak Jepara 2017. Yuuk berkenalan lebih dekat dengan sosok yang nantinya menjadi tombak promosi pariwisata Bumi Kartini. 

Haris Ihza Mahendra (18) mengaku dengan gelar Mas (Duta Wisata) Jepara yang kini disandangnya, merupakan suatu penugasan yang harus diemban dengan penuh tanggungjawab. 

”Yang terpenting sebenarnya bukanlah cuman gelar duta wisata, tetapi yang terpenting dari itu bagaimana kita merealisasikan omongan-omongan kita, semua janji-janji kita, semua misi-misi dan visi saat akan mendapatkan gelar tersebut. Jadi jangan sampai setelah jadi duta wisata itu omongan-omongan janji-janji sebelumnya itu cuman sekedar omongan belaka, kita harus berusaha untuk merealisasikannya,” kata mahasiswa kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang itu, Sabtu (09/09/2017). 

Terkait persiapan sebelum ajang tersebut, Haris yang hobi travelling itu mengaku sempat melakukan riset kecil-kecilan terkait pengalaman wisatawan akan tempat pariwisata di Jepara. Menurutnya, untuk dapat menilai kekurangan dan kelebihan suatu tempat wisata terlebih dahulu perlu menjadi pelaku terlebih dahulu. 

”Misal ada sebuah tempat wisata yang kurang baik, kalau kita cuman melihat saja kita tidak bisa merasakan apa yang orang lain rasakan. Tapi kalau kita sudah merasakannya kita pasti tau rasanya seperti apa, dan kita akan berfikir disana bagaimana kita bisa menangggulangi hal tersebut,” tutur putra dari pasangan dokter Hasvien dan Muhammad Ishaq itu. 

Disamping itu, lanjut Haris, guna perbaikan kepariwisataan Jepara dirinya kerap kali berkonsultasi dengan pelaku wisata seperti pemilik rumah makan dan hotel. Di tempat tersebut, menurutnya bisa terkumpul keluh kesah para wisatawan akan layanan pariwisata. 

”Relasi dengan perhotelan dan restoran harus dijaga karena disana banyak sekali turis yang datang,” kata pria yang memunyai akun Instagram di @harisihzam itu. 

Sementara itu Regina Lulu Fani (19) mengaku bahagia setelah mendapatkan gelar Mbak. Lantaran pada tahun 2015 saat mengikuti ajang tersebut, ia hanya menempati posisi runner up

”Karena selama ini yang saya perjuangkan dan menjadi tujuan saya dapat tercapai. Tapi, ini bukan yang terakhir karena ini sebuah awal untuk menuju ke tahap yang selanjutnya dan kita akan mempersiapkan menuju ke Jawa Tengah,” ujarnya, yang memiliki akun instagram di @reginaafani itu.

Mahasiswi UNNES Semarang Jurusan Ekonomi dan Pembangunan itu mengatakan tak ada persiapan khusus saat akan mengikuti ajang Mas dan Mbak 2017. Hanya saja, ia rajin membekali diri dengan pengetahuan tentang dunia kepariwisataan. 

Ditanya tentang fokus pengembangan dunia kepariwisataan Jepara, putri pasangan Fahmi Idris dan Nani Mujiati Pratik itu mengaku akan lebih getol mengenalkan kearifan lokal. 

“Fokus pariwisata Jepara, tentang saya lebih mengenalkan ke masyarakat kearifan lokal yang dimiliki Jepara, karena masih banyak masyarakat yang belum mengenal bahkan tau kearifan lokal yang dimiliki jepara. Padahal Jepara memiliki potensi yang harus selalu dibanggakan oleh para pemuda-pemudinya,” kata warga Desa Tahunan itu.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Pemkab Kudus Anggap Kenaikan Harga Jelang Akhir Tahun Wajar

Selengkapnya →