Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Artikel ini

Ganjar Sebut Taksi Online Berpelat Kuning Baru Fair



   /  @ 16:12:36  /  9 September 2017

    Print       Email

Ilsutrasi

MuriaNewsCom, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku mendukung apa yang dituntut para sopir taksi konvesional. Menurutnya, jika taksi online ingin beroperasi harus mengikuti aturan, yakni segera beralih pelat kuning.

Ganjar menegaskan, perbedaan pendapat anatara Kementerian Informatika dan Kementerian Perhubungan bisa diselesaikan secara bersama. Pasalnya, Kemenhub melarang angkutan online, namun justru Kominfo memberikan lampu hijau.

“Sejak dari awal namanya angkutan umum harus berplat kuning, itu tidak bisa ditawar. Kecuali regulasinya berubah. Hal yang harus digarisbawahi, bahwa mereka yang konvensional itu tidak menolak kendaraan online. Dia hanya menolak ilegal. Sudah betul mereka. Kalau mau bisnis, gantilah plat kuning,” ungkap Politikus PDI Perjuangan tersebut.

Ganjar menegaskan, jika pengusaha transportasi umum masih tidak ingin diperingatkan, maka usaha tersebut akan ditutup.

“Dari awal namanya angkutan umum mesti pelat kuning, itu sudah tidak bisa ditawar. Kecuali regulasinya berubah,” ujarnya.

Baca : Taksi Online Berpelat Hitam di Semarang Bakal Ditilang

Mantan anggota DPR RI itu menilai, tuntutan para pendemo taksi berbasis daring sudah benar. Sebab tidak sedikit warga yang menggunakan kendaraan pribadi untuk bisnis dalam hal ini mengangkut penumpang dengan melanggar peraturan, yakni angkutan umum harus berbadan hukum dan berpelat kuning sesuai Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Orang mempunyai mobil pribadi mau bisnis, ya gantilah pelat kuning. Itu fair karena mereka akan tersaing. Sebenarnya yang disampaikan mereka sudah betul. Tinggal tugas kami sekarang menyampaikan permintaan atau tuntutan ke pemerintah pusat, karena kami di provinsi tidak punya kewenangan itu,” bebernya.

Salah satu pengusaha taksi dari Sakura Taksi Surakarta, Prihanto Gunung mengklaim tidak alergi dengan kendaraan berbasis online. Ia hanya meminta agar kendaraan online juga diperlakukan sama yakni dengan melalui uji standar kendaraan umum, dan harus berpelat kuning.

Ia justru menawarkan para sopir kendaraan online ilegal untuk bergabung bersama komunitasnya dalam mencari nafkah.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Ini Catatan yang Muncul dalam Evaluasi Penggunaan ADD 2017 di Grobogan

Selengkapnya →