Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Artikel ini

Polda Jateng Kejar Pemilik Merkuri Ilegal Senilai Rp 20 Miliar



   /  @ 13:24:51  /  9 September 2017

    Print       Email

Petugas dari Ditreskrimsus Polda Jateng mengamankan ratusan botol merkuri ilegal senilai Rp 20 miliar yang siap diekspor. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng, tengah melacak pemilik ratusan botol merkuri ilegal siap ekspor yang digerebek di Gudang PT Teduh Makmur, di Jalan Kalibaru Barat 15, Kelurahan Tanjung Emas, Kota Semarang.

Merkuri dengan total seberat 20 ton itu jika ditaksir senilai Rp 20 miliar. Logam berat berhabaya ini dikemas dalam 606 botol dan direncanakan akan diekspor ke sejumlah negara. Di antaranya Arab Saudi, Vietnam, Singapura, Thailand, dan India.

Satgas Penanggulangan Merkuri Polda Jateng mencatat, ada tiga barang bukti yang disita. Yakni 35 kotak masing-masing berisi enam botol merkuri milik PT SDBA. Kemudian, 40 kotak berisi enam botol, dan satu kotak berisi tiga botol merkuri milik PT OP.

Direskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Lukas Akbar Abriari mengatakan, dalam penggerebekan itu, diketahui jika merkuri tersebut milik beberapa perusahaan. Pihaknya tengah melakukan pelacakan terhadap para pemiliknya untuk dimintai keterangan.

”Dari PT SDBA merukir itu tercatat milik Teti. Rencananya akan diangkut PT Satria Lintas Intermuda ke luar negeri. Pabrik merkuri berada disalah satu kota di Wilayah Jawa Tengah dan Dua di Jawa Barat, dari sini kita berhasil menyita 210 botol,” katanya.

Baca : Polda Jateng Gagalkan Ekspor 20,9 Ton Merkuri

Merkuri lain masih dilacak pemiliknya, karena belum diketahui. Penanggulangan Merkuri menduga pemilik barang ini tidak berada di Semarang.

”Ini belum ada tersangkanya, kita masih mencari keberadaan pemilik perusahaan yang diduga berada di Jawa Barat, sementara untuk Gudang ini tidak ada kaitanya,” tuturnya.

Lukas menambahkan perusahaan yang sedang dikejar tersebut baru kali pertama melakukan ekspor dan langsung kita amankan. ”Ini perintah dari Presiden Jokowi untuk menangkap dan memberantas perusahaan yang memproduksi merkuri dari batu yang didapatkan dari penambangan secara ilegal,” terangnya.

Selanjutnya bahan merkuri siap ekspor ini diambil beberapa botol oleh petugas Laboratorium Forensic Mabes Polri Cabang Semarang guna dilakukakan pemeriksaan lebih lanjut.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jemaah Umrah di Pati Gelar Aksi Solidaritas Kedaulatan Palestina dan Yerusalem

Selengkapnya →