Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Bupati Grobogan Ikut Meradang Gara-gara Waduk Kedungombo Ditutup, Ini Sebabnya



Reporter:    /  @ 20:50:43  /  8 September 2017

    Print       Email

Akses jalan menuju Waduk Kedungombo yang rusak parah tahun ini akan diperbaiki dengan anggaran Rp 19 miliar. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganTidak hanya pengunjung dan pedagang saja yang meradang dengan penutupan Waduk Kedungombo untuk akses wisata. Bahkan, Bupati Grobogan Sri Sumarni juga mengaku kaget dan menyayangkan penutupan Waduk Kedungombo sejak Minggu (3/9/2017) tersebut.

Hal itu disampaikan Sri saat dicegat wartawan di rumah dinasnya, Jumat (8/9/2017).

”Terus terang, saya kaget sekali ketika dapat kabar waduk Kedungombo ditutup bagi wisatawan. Sebagai bupati, saya kok tidak dapat pemberitahuan terkait penutupan itu. Ini yang bikin saya kaget dan heran,” tegasnya.

Menurut Sri, penutupan Waduk Kedungombo dinilai punya dampak luas. Terutama, bagi ratusan pedagang yang selama ini mencari nafkah dengan adanya pengunjung wisata. Meski saat ini mereka masih bisa jualan, namun pendapatannya pasti turun drastis.

”Sebagian besar orang yang mencari nafkah di Kedungombo adalah warga Grobogan. Kasihan sekali mereka setelah Kedungombo tutup,” ungkap Sri.

Sri menegaskan, meski tidak punya kewenangan mengelola namun selama ini, Kedungombo sudah terlanjur jadi ikon wisata di Grobogan. Bahkan, pengunjung di Kedungombo selama ini jumlahnya paling ramai dibandingkan obyek wisata lain yang ada di Grobogan.

Terkait dengan kondisi tersebut, Sri mengaku sudah menaruh perhatian serius untuk ikut membantu mengembangkan potensi wisata Kedungombo, secara tidak langsung. Yakni, memperbaiki jalan rusak yang sudah lama dinantikan warga.

Mengingat butuh dana besar dan status jalan bukan milik Kabupaten, ia sempat mengajukan permohonan bantuan perbaikan jalan langsung pada Presiden Joko Widodo. Permohonan itu disampaikan ketika berkesempatan bertemu presiden di Jakarta beberapa waktu lalu.

”Permohonan saya diperhatikan Pak Presiden. Perbaikan jalan menuju Kedungombo tahun ini dapat alokasi anggaran sekitar Rp 19 miliar melalui pihak kementerian PUPR. Saat ini, proses perbaikan jalan masih dalam tahap lelang pekerjaan,” jelasnya.

Selain menuju lokasi wisata, jalan tersebut juga jadi jalur alternatif menuju Sragen, Solo dan Boyolali. Saat jalur utama Purwodadi-Solo ada proyek perbaikan atau kemacetan, banyak kendaraan roda empat yang memilih lewat jalan ini.

Jalan tersebut sebagian besar membelah kawasan hutan KPH Gundih. Informasinya, jalan ini dibangun bersamaan dengan pembangunan waduk sekitar tahun 1991. Sampai saat ini, ruas jalan tersebut belum pernah tersentuh perbaikan.

”Sekarang jalannya mau diperbaiki namun obyek wisatanya malah ditutup. Saya sudah perintahkan Sekda untuk segera bertemu dengan pihak terkait untuk mencari kejelasan masalah penutupan Kedungombo,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Pelaku Korupsi Tidak Bisa Dipandang dari Latar Belakangnya, Begini Penjelasannya

Selengkapnya →