Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Ini Jawaban Kepala BBWS Pemali Juana Kapan Kedungombo Dibuka Lagi untuk Wisatawan



Reporter:    /  @ 18:49:56  /  8 September 2017

    Print       Email

Pedagang di luar pos retribusi Waduk Kedungombo yang dipasang portal sedang mengemasi barang dagangannya, Jumat (8/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganPenutupan Waduk Kedungombo untuk akses wisata terus memantik reaksi dari berbagai pihak. Salah satu yang selalu jadi bahan percakapan adalah soal lamanya pentupan Waduk Kedungombo untuk wisata.

Sebagian menganggap kalau penutupan Waduk Kedungombo hanya bersifat sementara. Di sisi lain, ada juga yang mendengar kabar kalau penutupan dilakukan seterusnya.

”Sampai sekarang belum ada kejelasan sampai kapan waduk ditutup untuk pengunjung wisata. Kami berharap, penutupan hanya sementara karena banyak yang menggantungkan hidup dari wisata Kedungombo,” ungkap Kolik, pedagang di Waduk Kedungombo.

Baca Juga: Objek Wisata Waduk Kedungombo Ditutup, Ratusan Pengunjung Kecewa

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Rubhan  Ruzziyatno mengatakan, penutupan terpaksa dilakukan menyusul munculnya permasalahan berkaitan dengan retribusi.

Terkait kondisi itu, Waduk Kedungombo tidak memungkinkan dibuka untuk pengunjung tanpa memungut retribusi.

Baca Juga: Penutupan Obyek Wisata Waduk Kedungombo Diduga Karena Kasus Pungli

Menurutnya, pengoperasionalan waduk untuk pedagang dan wisatawan butuh tenaga cukup banyak. Yakni, untuk petugas kebersihan dan tenaga keamanan karena kawasan waduk termasuk obyek vital.

”Kami mengambil kebijakan untuk menutup dulu sampai masalah retribusi selesai. Kalau pengunjung digratiskan masuk, nanti siapa yang bertanggungjawab membersihkan dan mengamankan,” katanya.

Rubhan menegaskan, penutupan Waduk Kedungombo hanya bersifat sementara. Ditergetkan, penutupan hanya berlangsung selama bulan September ini.

Dalam masa penutupan, pihaknya akan menata koperasi dan mengandeng Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk menuntaskan persoalan retribusi. 

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Ini Identitas Pemotor Tewas pada Kecelakaan di Jalan Inspeksi Bendung Klambu Grobogan 

Selengkapnya →