Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Artikel ini

Polda Jateng Gagalkan Ekspor 20,9 Ton Merkuri



   /  @ 17:17:16  /  8 September 2017

    Print       Email

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Semarang – Polda Jawa Tengah menggagalkan upaya ekspor merkuri atau air raksa ilegal dengan berat total mencapai 20,9 ton. Operasi ini dilakukan tim dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah, Jumat (8/9/2017) siang.

Logam berat berbahaya itu ditemukan diamankan petugas dari gudang Teduh Makmur, di Jalan Kalibaru Barat, Kelurahan Tanjung Emas, Kota Semarang. Merkuri siap ekspor itu disimpan dalam sejumlah botol yang dikemas dalam kotak-kotak katu.

“Tiap botol berkpasitas merkuri seberat 34,5 kilogram. Botol-botol ini dikemas dalam 93 kotak,” kata Direktur Reskrimsus, Kombes Pol Lukas Akbar Abriari, dikutip dari Tribun Jateng.

Satgas Penanggulangan Merkuri Polda Jateng mencatat, ada tiga barang bukti yang disita. Yakni 35 kotak masing-masing berisi enam botol merkuri milik PT SDBA. Kemudian, 40 kotak berisi enam botol, dan satu kotak berisi tiga botol merkuri milik PT OP.

Dan ada 17 kotak masing-masing berisi sembilan botol, yang belum diketahui pemiliknya. Sejumlah paket merkuri itu akan diekspor menggunakan jasa Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) PT SLI di Semarang.

“Kami masih menyelidiki pemilik merkuri itu. Pihak pengelola EMKL masih dalam pemeriksaan petugas Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Jateng,” ujarnya.

Merkuri biasa digunakan untuk berbagai sektor pertanian maupun kesehatan seperti untuk cairan termometer. Merkuri ini juga sering disalahgunakan untuk bahan kosmetik, sehingga membahayakan penggunanya karena logam berat.

Zat merkuri dan campurannya cukup beracun dan harus ditangani dengan sangat hati-hati. Merkuri dapat terserap melalui kulit dan selaput lendir.

Uap merkuri dapat terhirup dan masuk dalam sistem pernafasan manusia. Bentuk racun dari merkuri yang paling umum ditemukan adalah dimetil merkuri dan metil merkuri.

Air raksa tergolong unsur yang langka di lapisan kerak bumi. Kelimpahannya di alam hanya 0.08 ppm. Raksa ini dapat ditemukan dalam logam yang berbentuk batuan cinnabar, corderoite, livingstonite atau mineral lainnya. Yang paling umum biasa ditemukan dalam batu cinnabar (HgS) yang berwarna merah muda disertai perak.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Pelaku Korupsi Tidak Bisa Dipandang dari Latar Belakangnya, Begini Penjelasannya

Selengkapnya →