Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Berkeliaran di Stadion, 6 Anak Punk Diamankan Satpol PP Jepara



Reporter:    /  @ 13:15:38  /  7 September 2017

    Print       Email

Satpol pp dan Dinsospermades Jepara melakukan pendataan terhadap anak punk yang diamankan dari kawasan Stadion Gelora Bumi Kartini, Kamis (7/9/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Satuan Polisi Pamong Praja Jepara menangkap enam anak jalanan yang berkeliaran di Stadion Gelora Bumi Kartini, Kamis (7/9/2017). Untuk mencegah mereka kembali ke jalanan, mereka dikirimkan ke panti sosial yang ada di Surakarta dan Semarang.

Kepada petugas, mereka berdalih akan menghadiri acara temu kangen grup penggemar band musik Endank Soekamti, pada hari Sabtu (9/9/2017). Bukan saja dari Jepara, keenam remaja tanggung itu ada yang berasal dari Banjarnegara, Purbalingga, Gresik dan Boyolali. 

“Kita kan mau meet and greet Kamtis (Penggemar Band Endank Soekamti) Jepara nanti tanggal 9 di Alun-alun,” kata keenam remaja itu bersahut-sahutan, ketika ditanya alasan mereka berada di Jepara. 

Agar tidak mengulangi perbuatan mereka, akhirnya Satpol PP Jepara berinisiatif untuk mengirim mereka ke panti sosial, melalui Dinsospermades. Hal itu agar juga mendapatkan pendidikan ketrampilan untk hidup. 

Kasi Rehabilitasi dan Jaminan Perlindungan Sosial Dinsospermades Jepara Joko Setyowanto mengatakan, enam orang anak jalanan tersebut akan dikirim ke dua panti yang berbeda. 

“Untuk yang perempuan (empat orang) akan dikirim ke Panti Perempuan Wanodyatama Sukoharjo. Sementara dua laki-laki, akan dikirim ke Panti Pelayanan Sosial Anak Mandiri di Semarang,” ujarnya. 

Mereka akan dibina di panti tersebut selama enam bulan. Di tempat tersebut, anak-anak jalanan tersebut akan diberi pendidikan ketrampilan seperti rias, menjahit dan berbagai ketrampilan lain. 

Mendengar keputusan tersebut, sontak anak-anak jalanan tersebut mulai mengungkapkan berbagai alasan. Mulai dari masih bersekolah, hingga rindu dengan ayah ibu. Padahal kenyataannya, anak jalanan tersebut telah meninggalkan rumah selama berhari-hari tanpa pengawasan. 

“Nanti jika ada ayah, ibu atau pihak sekolah yang mencari silakan mencari melalui Dinas Sosial atau Satpol PP Jepara. Namun sekarang kalian akan di kirim kesana untuk dapat diberi ketrampilan dan tidak berkeliaran di jalan,” jelas Joko. 

Adapun jati diri dari keenam anak jalanan tersebut adalah, FU dari Pelang Kidul Mayong, NW dari Pulung Boyolali, AAP dari Gresik, AMS dari Desa Sumanding, Kecamatan Kembang, R dari Purbalingga dan G dari Bantar Waru-Banjarnegera.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Pemerintah Desa Tlogitirto Grobogan Masukkan Program Droping Air Lewat APBDes

Selengkapnya →