Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Banyu Landa Khusus untuk Jamas Pusaka Peninggalan Sunan Kudus



Reporter:    /  @ 11:34:33  /  7 September 2017

    Print       Email

Prosesi penjamasan keris Kiai Cinthaka peninggalan Sunan Kudus, Kamis (7/9/2017) pagi tadi. (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

MuriaNewsCom, Kudus – Proses penjamasan pusaka Kanjeng Sunan Kudus, tiap tahun digelar setiap hari Senin atau Kamis pada pekan pertama setelah hari Tasrikh, atau tanggal 11 sampai dengan 13 Dzulhijjah. Seperti yang dilakukan Kamis (7/9/2019) pagi tadi.

Prosesi penjamasan keris Kiai Canthika dan dua mata tombak ini, tak boleh dilakukan oleh sembarang orang. Kali ini H Abdul Faqihuddin, seornag ulama di Kudus, yuang ditunjuk untuk memimpin prosesi.

Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) Nadjib Hasan mengatakan, prosesi yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB diawali ziarah bersama di makan Sunan Kudus. Setelah selesai ziarah, kegiatan dilanjutkan dengan pengambilan pusaka keris peninggalan Sunan Kudus, yang diiringi dengan bacaan salawat bersama-sama dengan dilanjut dengan doa.

“Setelah itu  barulah proses penjamasan dilakukan. Penjamasan dilakukan oleh Abdul Faqihuddin, yang juga direkomendasikan oleh Almarhum Mbah Basyir,” katanya usai proses penjamasan di komplek makam Sunan Kudus, Kamis (7/9/2017).

Menurut dia, proses penjamasan dilakukan mulai dari pusaka Keris  Kiai Cinthaka dengan cara disiram  “banyu landa” atau air rendaman merang ketan hitam hingga tiga kali.

Langkah selanjutnya, lanjut dia, keris dibersihkan menggunakan air jeruk nipis, yang dioleskan pada keris lalu direndam dengan air jeruk. Kemudian dikeringkan dengan cara dijemur di atas sekam ketan hitam.

Usai pengeringan, keris kembali dimasukkan ke dalam air rendaman merang ketan hitam, kemudian dijemur hingga kering. Selanjutnya, keris dikembalikan ke tempat semula, yakni berada di atap bangunan tajuk kawasan makam yang disediakan tempat khusus untuk penyimpanannya dengan diiringi bacaan salawat.

Penjamasan berikutnya, kata dia yakni dua mata tombak peninggalan Sunan Kudus. Caranya sama dengan keris, namun untuk dua mata tombak sebelum dikeringkan dilap dengan kain putih terlebih dahulu.

“Untuk tombak, dikembalikan di tempatnya semula di dekat mimbar imam masjid peninggalan Sunan Kudus,” ujarnya.

Usai proses penjamasan, dilakukan tahlilan dan dilanjutkan bacaan Al-Qur’an dan doa. Selanjutnya dilakukan bancakan dengan jajan pasar, yang dibeli di pasar pagi tadi. Kemudian dilanjutkan dengan makan bersama opor ayam.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Terpeleset, Penjaga Pintu Bendung Klambu Grobogan Hanyut di Sungai Lusi

Selengkapnya →