Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Begini Penampilan Polwan Cantik Saat Nyamar Jadi PSK dan Bekuk Mucikari di Rames Pati



   /  @ 09:16:47  /  7 September 2017

    Print       Email

Anggota Polsek Wedarijaksa Bripda Indah Mira Cahyani saat menyamar sebagai calon PSK. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum menjalankan “mission impossible” sebelum menggrebek warung kopi esek-esek di kawasan Dukuh Rames, Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, pekan lalu.

Dia mengajak satu anggotanya, Bripda Mira Indah Cahyani untuk menyamar sebagai calon pekerja seks komersial (PSK) sebelum penggrebekan dilakukan. Kedua polwan itu nekat menjalankan misi khusus pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB.

“Kami terpaksa menyamar untuk membuktikan kebenaran informasi yang kami terima dari masyarakat. Butuh alat bukti yang cukup untuk meringkus mucikari dan menetapkannya sebagai tersangka,” ujar AKP Sulis saat bincang-bincang dengan MuriaNewsCom, Kamis (7/9/2017).

Malam itu, AKP Sulis dan Bripda Mira menemui mucikari yang diketahui bernama Woro Wiratmi, warga asal Gunungwungkal. Keduanya pura-pura butuh pekerjaan sebagai PSK, lantaran desakan ekonomi.

AKP Sulis mengenakan daster, sedangkan Bripda Mira memakai rok mini. Tanpa curiga, mucikari menerima keduanya untuk bekerja sebagai PSK di warung kopi tersebut.

“Saya sempat was-was kalau ada yang mengenal wajah saya. Mucikari sempat bilang, besok kalau mau ke sini jangan pakai daster, tapi pakai celana pendek biar terlihat seksi,” ungkap AKP Sulis.

Ditanya soal risiko aksi penyamaran yang dilakukan, AKP Sulis mengaku pasrah karena sudah menjadi tanggung jawab yang harus dijalankan. Sebab, masyarakat berharap banyak kepada AKP Sulis agar tidak ada aktivitas prostitusi di desanya.

Aksi kedua polwan itu memang terbilang berisiko. Pasalnya, mereka sama sekali tidak ditemani satupun polisi laki-laki (polki). “Saya hanya yakin kalau aksi kami berdua akan berhasil,” papar dia.

Sekitar pukul 21.00 WIB, keduanya kembali pulang. Bripda Mira sempat ditawar lelaki hidung belang senilai Rp 350 ribu sekali kencan.

Namun ia menolaknya. Ia memberi alasan yang apik agar mucikari dan lelaki hidung belang itu tak curiga. Bripda Mira mengaku sempat risih memakai rok mini, tapi dia mencoba baik-baik saja demi tugas yang diemban.

“Saya sempat mikir, dosa nggak ya pakai celana pendek begini. Tapi saya kuatkan hati demi tugas,” ucap dia.

Setelah aksi penyamaran selesai, esok harinya Jajaran Polsek Wedarijaksa melakukan penggrebekan. Mucikari berhasil dibekuk dan sejumlah barang bukti berhasil diamankan.

Pelaku dikenakan Pasal 296 KUHPidana karena mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan ancaman pidana 1,4 tahun penjara. Saat ini, pelaku sudah diproses secara hukum.

Aksi kedua polwan tersebut sempat menuai banjir pujian dari warganet. Keduanya digadang-gadang sebagai pahlawan karena menyelamatkan penduduk dari penyakit masyarakat prostitusi.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Film Produksi SMPN 1 Gubug Kembali Berjaya di Ajang Festival Film Grobogan

Selengkapnya →