Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Umat Islam Jepara Diminta Jaga Kekompakan



Reporter:    /  @ 19:35:35  /  6 September 2017

    Print       Email

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Polres Jepara meminta umat beragama di Jepara meningkatkan kekompakan dan toleransi. Hal itu untuk mencegah rong-rongan pihak tak bertanggungjawab  yang ingin “membawa” konflik Myanmar ke Indonesia.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Kepolisian Resort Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho, saat berbicara pada pertemuan FKUB, Selasa (6/9/2017) malam.

Menurutnya, ada deteksi bahwa ada pihak yang ingin menautkan kejadian di Myanmar dengan Agama Budha yang ada di Indonesia. Lebih jauh lagi, adapula pihak yang berkeinginan pemerintahan Indonesia jatuh dengan memanfaatkan isyu-isyu tersebut. 

“Jepara relatif kondusif dibandingkan kota-kota lain yang ada di Jawa Tengah. Hal itu karena soliditas tokoh agama dan masyrakat yang ada di Jepara. Isyu ini (Myanmar) dimanfaatkan oleh mereka yang berhaluan radikal untuk menjatuhkan pemerintahan Joko Widodo. Selain itu adapula yang mengaitkan hal itu dengan umat Budha yang ada di Indonesia, padahal tidak saling berkait,” ujarnya. 

Menurutnya, aji mumpung isyu Myanmar itu dideteksi melalui analisis media sosial yakni twitter. Dikatakan Kapolres Jepara, seorang analis twitter telah mendeteksi bahwa 60 persen isu Rohingnya dimanfaatkan untuk menjatuhkan pemerintahan yang dinilai tidak responsif akan derita etnis tersebut. 

“Disamping itu pada media sosial muncul meme yang menautkan umat Budha di Indonesia dengan yang ada di Myanmar. Hal itu kan sebenarnya tidak berhubungan,” katanya.

Oleh karena itu, dirinya meminta para pemuka agama agar meningkatkan kekompakan. Hal itu agar isyu Myanmar yang kini berkembang tidak dimanfaatkan untuk memecah belah bangsa. Yudi mengatakan, beberapa konflik di Indonesia terjadi karena isyu agama. 

Sementara itu, Dandim 0719 Letkol Infanteri Ahmad Basuki mengungkapkan, semua pertentangan tidak menjadikan kedua belah pihak sebagai pemenang. 

“Banyak contoh agama dijadikan potensi memecah belah, seperti peristiwa Ambon ada isyu antara umat Islam dan Kristiani, Tidak ada yang menang semuanya jadi abu,” katanya. 

Lebih lanjut ia menekankan, pihaknya tidak melarang rasa keprihatinan yang ditunjukan oleh umat Islam, kepada Etnis Rohingnya. Namun ia menegaskan warga Jepara tidak perlu ikut-ikutan dalam aksi-aksi yang rencananya digelar pada tanggal 8 September 2017. 

Hal serupa diungkapkan oleh Ketua FKUB dan MUI Jepara, Mashudi. “Tidak usah umat Islam Jepara ikut-ikutan dalam aksi yang digelar di Borobudur,” tegasnya. 

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Panggil DPN APTRI, KPPU Tindak Lanjuti Dugaan Monopoli Gula yang Dilakukan Bulog

Selengkapnya →