Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Hariyanto Arbi Ingin Bulutangkis Jadi Pemersatu Bangsa



   /  @ 17:20:08  /  6 September 2017

    Print       Email

Hariyanto Arbi dikerumuni para peserta audisiUmum Beasiswa Bulutangkis PB Djarum, Rabu (6/9/2017). (MuriaNewsCom/Merie)

MuriaNewsCom, Kudus – Legenda bulutangkis Indonesia Hariyanto Arbi ingin olahraga bulutangkis menjadi salah satu cara untuk mempersatukan bangsa dan membawa kejayaan Indonesia di dunia. 

Pasalnya, olahraga bergengsi tersebut tak mengenal perbedaan suku, agama, ras, dan golongan. Selain itu, pebulutangkis kelahiran Kudus itu tak pernah meragukan loyalitas dan dedikasi para pebulutangkis terhadap  NKRI.

“Kalau kita lihat di bulutangkis, kami sudah mengalami sendiri. Kami beda agama, beda golongan, beda ras, tapi bisa tetap satu untuk kejayaan Indonesia,” ujar Hariyanto, di sela-sela kegiatannya sebagai anggota tim pemandu bakat Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis PB Djarum, Rabu (6/9/2017).

Menurut juara All England tahun 1993 dan 1994 ini, bulutangkis juga bisa memberi contoh dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, juga toleransi keberagaman.

Meski berbeda suku, ras dan agama, namun atlet bulutangkis dengan seluruh jiwa raganya berjuang mengharumkan nama bangsa dan negara.

“Iya, pasti. Contohnya kan sudah ada di bulutangkis. Owi dan Butet (TontowiAhmad/Liliyana Nastir) yang meraih juara dunia, berbeda suku agama dan ras,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, jika dilihat dari SARA, Owi merupakan seorang muslim dan berasal dari Jawa. Sementara, Butet berasal dari Batak dan menganut agama Nasrani. Namun, keduanya bahu membahu bekerja sama membawa kejayaan Indonesia melalui bulutangkis

Disinggung mengenai proses audisi bulutangkis yang digelar PB Djarum, Hariyanto menilai Indonesia memang tak pernah kehabisan talenta-talenta berbakat.

Menurutnya, secara teknik dan skill, para peserta audisi dengan kategori usia di bawah 11 dan 13 tahun, memiliki kualitas permainan yang sudah sangat bagus.

Namun, untuk menjadi juara, tentu bakat saja tidak cukup. Perlu kerja keras dan dukungan semua pihak agar bakat-bakat tersebut bisa dipoles dan menjadi juara-juara dunia di masa mendatang. 

”Perlu pembinaan yang baik sejak usia dini, serta suport dari semua pihak agar bakat-bakat yang ada menjadi juara-juara,” ujar salah satu legenda bulutangkis yang dikenal dengan julukan ‘smash 100 watt’ tersebut. 

Di sisi lain, Hariyanto juga memberi apresiasi yang cukup besar pada orang tua peserta audisi yang mau bekerja keras dan mendukung penuh putera puterinya untuk berjuang meraih beasiswa bulutangkis PB Djarum.

Sehingga, jika ada peserta yang masih belum bisa lolos audisi, Hari meminta untuk tidak patah semangat karena masa depan anak-anak masih sangat jauh. 

”Bagi yang belum lolos, tentu jangan patah semangat. Bagi nanti yang lolos dan memperoleh beasiswa bulutangkis PB Djarum, saya pesan jangan mudah berpuas diri terus berlatih untuk menjadi juara,” tukasnya.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Fasbuk Siap Lantunkan Kedamaian Lewat Sastra

Selengkapnya →