Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Antisipasi Kebakaran, Perhutani Gundih Grobogan Tempatkan Petugas di Titik Rawan



Reporter:    /  @ 14:54:08  /  6 September 2017

    Print       Email

Kobaran api membakar areal hutan jati di RPH Kedungtawing, BKPH Juworo, KPH Gundih Minggu (3/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Munculnya kebakaran di sejumlah titik areal hutan mulai disikapi pihak Perhutani KPH Gundih, Grobogan. Untuk mencegah terulangnya kebakaran, pihak Perhutani Gundih akan menempatkan sejumlah petugas di titik rawan.

“Upaya pencegahan kita kedepankan. Salah satunya dengan meningkatkan pengawasan. Pada titik rawan kebakaran akan kita tempatkan petugas pengawas,” ungkap Wakil Administratur KPH Gundih Kuspriyadi, Rabu (6/9/2017).

Beberapa hari sebelumnya, sempat terjadi kebakaran kawasan hutan jati di KPH Gundih. Yakni, di areal hutan seluas empat hektare yang berlokasi di RPH Gaji, BKPH Monggot. Kemudian, kebakaran juga melanda kawasan hutan di wilayah RPH Kedungtawing, BKPH Juworo, Minggu (3/9/2017) lalu.

“Luas areal hutan pada kebakaran terakhir sekitar dua hektar. Dampak kebakaran hanya pada tanaman. Untuk pohon jati masih tetap hidup meski sempat terkena api,” jelasnya.

Kuspriyadi menjelaskan, pelaksanaan pemantauan akan dilaksanakan oleh petugas yang berada di wilayah hutan masing-masing. Mekanismenya, petugas akan segera melaporkan kepada atasannya jika terjadi kebakaran di tempat tugasnya. Dengan cepatnya laporan maka upaya pemadaman akan bisa segera dilakukan.

“Musim kemarau memang rawan kebakaran di areal hutan. Kami sebetulnya tidak menghendaki adanya kebakaran. Dugaan kami, kebakaran dipicu  human error. Salah satunya ada pengendara yang membuang puntung rokok yang mengenai daun-daun kering sehingga memicu kebakaran,” imbuhnya. 

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Begini Latar Belakang Kades Penawangan Pemasang Ratusan Lampu Sebagai Pengusir Hama

Selengkapnya →