Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Kekeringan Mulai Melanda Pati, Petani Gagal Panen



Reporter:    /  @ 08:01:32  /  6 September 2017

    Print       Email

Seorang petani menunjukkan kondisi sungai di Desa Suwaduk, Wedarijaksa yang biasa mendapatkan pasokan air dari Waduk Gunung Rowo mulai mengering. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kekeringan mulai melanda sejumlah daerah di Kabupaten Pati. Salah satunya kawasan pertanian di Desa Suwaduk, Kecamatan Wedarijaksa, Pati.

Tashari, petani asal Suwaduk mengatakan, lahan sawah miliknya mengalami kekeringan sekitar seminggu yang lalu. Akibatnya, daun tanaman padi dan tebu yang ditanam mulai menyusut dan kering.

“Kalau padi masih aman, karena kita sering mengairi sawah pakai sumur artesis. Beda dengan tebu yang sulit diairi sehingga tanamannya mulai menyusut dan kecil,” ungkap Tashari, Selasa (5/9/2017).

Selain sudah tidak ada hujan, pasokan air yang biasa mengalir dari Waduk Gunung Rowo juga mulai habis. Akibatnya, sungai besar yang melintas di kawasan Suwaduk mulai mengering.

Ia memastikan, tanaman tebu miliknya akan gagal panen bila dalam waktu sepekan ke depan tidak mendapatkan pengairan atau hujan. Pasalnya, tanaman tebu miliknya sudah mulai mengerdil dan layu.

Kondisi serupa terjadi di kawasan Kecamatan Kayen. Sedikitnya ada 12 hektare sawah yang gagal panen karena kekeringan.

“Ada 36 hektare tanaman padi di Kecamatan Kayen yang gagal panen. 24 hektare yang gagal panen disebabkan organisme pengganggu tanaman, sedangkan 12 hektare lainnya karena kekeringan,” ucap Kepala Dinas Pertanian Pati Muchtar Efendi.

Beruntung, tanaman padi di kawasan Kayen yang gagal panen rata-rata masih berusia satu bulan sehingga kerugiannya tidak terlalu besar. Namun, dia berharap agar pengelola waduk segera menggelontorkan air agar bisa dimanfaatkan petani.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Film Produksi SMPN 1 Gubug Kembali Berjaya di Ajang Festival Film Grobogan

Selengkapnya →