Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Info DPRD  >  Artikel ini

Merusak Terumbu Karang, Larangan Tongkang Masuk Karimunjawa Harus Dijalankan



   /  @ 16:54:54  /  5 September 2017

    Print       Email

Sebuah tug boat tengah menarik kapal tongkang. Komisi B DPRD Jateng mendesak larangan tongkang masuk Karimunjawa segera diterapkan, karena merusak terumbu karang. (Pixabay)

MuriaNewsCom, Semarang – Kalangan DPRD Jawa Tengah mendesak pihak-pihak terkait untuk segera menerapkan larangan masuknya tongkang ke wilayah Karimunjawa, di Kabupaten Jepara. Pasalnya, kapal besar itu menjadi pemicu kerusakan terumbu karang di wilayah tersebut.

Ini bisa dilihat dari kasus kapal tongkang yang menabrak terumbu karang pada Januari dan Februari 2017 lalu. Kapal-kapal tongkang yang diparkir terhempas gelombang dan menghantam Terumbu Karang.

Luasan terumbu karang yang rusak di Karimunjawa mencapai sekitar 1.660 meter persegi. Tersebar di sejumlah pulau, yakni di Pulau Cilik, Pulau Tengah, dan sebagainya.

Messi Widyastuti, Sekretaris Komisi B DPRD Jateng menyebut, Direktorat Hubungan Laut (Hubla) Kemenhub, Balai Taman Nasional (BTN) Karimunjawa, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) provinsi Jateng dan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Jateng, harus duduk bersama membahas larangan ini.

“Ini sudah kejadian yang ke delapan kali, terus menerus terjadi. Ini gak boleh terjadi lagi,” kata politisi PDI Perjuangan itu.

Deputi Indonesia Coralreef Action Network (I-Can), Amiruddin mengatakan, kasus kerusakan terumbu karang akibat tabrakan tongkang masih terus terjadi. Padahal kasus yang terjadi di awal tahun 2017 menurutnya hingga kini belum ada penyelesaian kasus hukumnya.

“Luasan yang rusak juga bertambah. Sebab mereka parkir (menyandarkan kapal tongkang) nggak pernah memerhatikan arah angin, dan di sana pun juga bukan tempatnya bersandar kapal,” katanya.

Amiruddin mengungkapkan, bahwa jika sebelumnya alasan kapal-kapal tongkang tersebut bersandar dengan alasan menghindari cuaca buruk, hal itu hanyalah dalih. Karena saat ini yang cuaca cenderung baik pun tetap bersandar. “Soal cuaca itu dalih saja, kan sudah delapan kali,” ujarnya.

Baca : Perusak Terumbu Karang di Karimunjawa Wajib Mengganti

Menurutnya, ini sangat ironi. Mengingat kawasan Kepulauan Karimunjawa merupakan konservasi terumbu karang dan sebagai destinasi wisata bahari andalan. Namun kenyataannya, saat ini kapal-kapal tongkang justru bersandar lebih masuk ke dalam kawasan kepulauan.

“Mereka sudah masuk lebih dalam ke arah Karimun, padahal di dalamnya banyak terumbu karang. Kita saja yang bawa perahu bawa wisatawan saja, nggak berani masuk area (kawasan terumbu karang) karena takut kena karang. Tapi mereka langsung masuk saja sembarangan nabrak,” ungkapnya.

Saat ini, lanjutnya, masyarakat setempat sedang menahan amarah terkait perusakan alam itu. Ia berharap, pihak terkait segera bertindak cepat agar tidak terjadi konflik horizontal di Karimunjawa.

“Agar penduduk dengan pengusaha nggak terjadi perang horisontal, Balai Taman Nasional Karimunjawa, Syahbandar Karimunjawa, harus segera bertindak sebelum masyarakat angkat parang. Sebab di sana masyarakat sudah sangat emosi,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Seorang Petani di Grobogan Tewas Mendadak saat Panen Bawang Merah

Selengkapnya →