Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Artikel ini

Ganjar : Oh Kamu Nyogok Toh, Saya Pecat



   /  @ 15:40:53  /  5 September 2017

    Print       Email

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memastikan tak akan “menganiaya” pejabat yang mengkritisi kebijakannya yang dianggap keliru, seperti yang dilakukan Wali Kota Tegal (nonaktif) Siti Masitha yang kena OTT KPK.

Namun ia memastikan, akan langsung bertindak tegas jika ada pejabat yang mencoba bermain-main dengan aturan untuk menguntungkan dirinya sendiri.

Ganjar menyebut, apa yang dilakukan sejumlah pejabat di Kota Tegal yang mengritisi kebijakan Siti Masitha adalah sebuah pemberontakan yang bagus. Meskipun akhirnya para pejabat itu mendapat sanksi dengan di-nonjobkan.

Ini dikatakan Ganjar dalam dialog interaktif di Puri Gedeh (rumah dinas gubernur Jateng), Selasa (5/9/2017).

Ganjar menilai keberanian ASN Pemkot Tegal untuk mengkritisi kepemimpinan kepala daerahnya sebagai wujud “pemberontakan” yang positif. Artinya menurut dia, ASN Pemkot Tegal memiliki komitmen kuat untuk menerapkan pemerintahan yang bersih dan transparan.

“Saya rasa pengalaman Pemkot Tegal ini adalah pengalaman ‘pemberontakan’ yang bagus karena kita berusaha merevolusi,” katanya.

Ia mengklaim telah mulai membangun pemerintahan yang bersih dan transparan yang dirintis dari sistem birokrasi yang menjunjung integritas.

Dia mencontohkan, Pemprov Jateng sudah mulai menerapkan sistem tersebut dengan mewajibkan kepala daerah dan ASN eselon I sampai eselon IV untuk melaporkan harta kekayaan, membentuk komite integritas, memberikan teladan dari para pimpinan, hingga mengembangkan whistle blower system.

Melalui komite integritas, ASN ditantang untuk menolak gratifikasi dan anti korupsi. Apabila mereka terbukti menerima suap atau melakukan korupsi, maka mereka harus siap meninggalkan jabatan yang diemban selama ini.

“Satu saja lapor saya, atau staf lapor ke saya, tidak saya non-job-kan. Oh ternyata kamu nyogok toh saya pecat. Ini sistem yang kita coba di provinsi. Maka teman-teman di provinsi ada check and balance di antara mereka sendiri,” bebernya.

Ganjar mengaku juga berupaya melindungi whistle blower yang berani memberikan keterangan akurat, tentang penyelewengan-penyelewengan di dalam pemerintahan. Keterangan itu diperlukan untuk segera memperbaiki birokrasi yang tengah berjalan.

“Kalau ada yang minta-minta tolong dilaporkan ke saya. Ini soal uji nyali, uji keberanian. Ketika kemudian sistem ini di level bawah mereka berani (melaporkan), maka pada saat itu sistem kontrolnya akan berjalan. Maka kita perlu empowering agar teman-teman ini berani dan ini harus kita dorong,” tegasnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Pelaku Korupsi Tidak Bisa Dipandang dari Latar Belakangnya, Begini Penjelasannya

Selengkapnya →