Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Andi Kena Percikan Api Perang Obor di Jepara, Namun Ia Justru Girang



Reporter:    /  @ 09:00:42  /  5 September 2017

    Print       Email

Tradisi perang obor yang dilakukan pemuda di Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Jepara, Senin (4/9/2017) malam. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Perang Obor di Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Jepara, Senin (4/9/2017) malam, berlangsung meriah. Meski seputaran venue yang ada di simpang empat desa tersebut dipenuhi bara api, namun penonton terlihat menikmati dengan sesekali ber-swafoto.

Acara dimulai sekitar pukul 20.00, rombongan Pemerintah Desa Tegalsambi dan Pemkab Jepara memulai arak-arakan dari rumah petinggi, dengan berjalan kaki. Menempuh jarak sekitar satu kilometer menuju tempat acara, rombongan membawa uba rampe yang nantinya akan didoakan sebelum penyulutan obor.

Obor sendiri terbuat dari dua pelepah kelapa kering yang ditangkupkan. Di dalamnya dimasuki dengan daun pisang kering.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dan Wakilnya Dian Kritiandi, secara simbolis melakukan peyulutan api obor.

Kepala Desa Tegalsambi Agus Santoso mengatakan, Perang Obor merupakan budaya khas dari wilayah setempat. Ia berharap tradisi ini terus dilestarikan dan didukung oleh pemerintah daerah, supaya tak diakui oleh wilayah lain.

“Acara ini merupakan puncak dari sedekah bumi. Dengan budaya ini kami ingin menunjukan bahwa pemuda-pemuda Tegalsambi memiliki nyali, berani namun tetap sportif,” katanya.

Bupati Jepara setuju akan hal tersebut, menurutnya kebudayaan itu diharapkan membawa desa tersebut lebih maju.

Perang Obor sendiri dilakukan dalam kurun waktu lebih kurang satu jam. Peserta yang terdiri dari 40 orang terbagi menjadi kelompok tertentu. Antarkelompok tersebut kemudian saling serang dengan obor, yang disabetkan ke musuh. Adapun, total obor yang tersedia adalah 350 buah.

Baca : Ini Asal Mula Tradisi Perang Obor Jepara

Setelah acara, pemain obor dan penonton yang terkena percikan obor segera mendapatkan olesan minyak khusus. Terbuat dari minyak kelapa dicampur dengan kembang setaman yang telah layu.

Andi seorang pemain perang obor mengaku terpercik bara obor yang disabetkan ke tubuhnya. Meski telah menggunakan celana dan baju berlengan panjang serta mengenakan caping namun hal itu tak bisa dihindari.

“Panas rasanya namanya juga api, namun setelah diolesi minyak ini rasa panasnya tidak berkepanjangan,” tuturnya.

Editor : Ali Muntoha

 Baca : Mujarab, Ramuan Ini Bisa Menyembuhkan Luka Bakar di Perang Obor Jepara dalam 3 Hari

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Begini Latar Belakang Kades Penawangan Pemasang Ratusan Lampu Sebagai Pengusir Hama

Selengkapnya →