Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Kena Sanksi Komdis PSSI, Persijap Didenda Rp 100 Juta



Reporter:    /  @ 17:53:25  /  4 September 2017

    Print       Email

Petugas keamanan mengungsikan wasit karena pertandingan antara Persijap Jepara vs Persibat Batang semakin ricuh. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Komisi Disiplin PSSI akhirnya mengeluarkan maklumat, terkait pertandingan Persijap melawan Persibat yang berakhir di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara tanpa peluit panjang, Minggu (27/9/2017).

Putusan Komdis nomor 147/L2/SK/KD-PSSI/VII/2017 merugikan bagi Persatuan Sepak Bola Indonesia Jepara, karena tim yang berdiri sejak 1954 itu dihukum Walk Out dan didenda sebesar Rp 100 juta.

Dalam amar keputusannya Komdis PSSI menilai Persijap Jepara menolak melanjutkan pertandingan, di menit ke 90+3 karena tak puas atas keputusan wasit. Pada saat itu, wasit Supriawan asal Malang menunjuk titik 12 pas di gawang tuan rumah, karena Pemain nomor 32 Persibat, Ishak Yustinus Mesak Djober terjatuh di kotak penalti, akibat singgungan dengan pemain Persijap Syarif Wijianto. 

Atas pelanggaran tersebut, Komisi Disiplin memutuskan Persijap melanggar pasal 56 juncto pasal 31 Kode Disiplin PSSI. Oleh karenanya klub berjuluk Laskar Kalinyamat itu dihukum kalah 0-3 atas lawannya Persibat Batang. 

Putusan wasit itu dinilai sangat memberatkan, lantaran di lapangan anak asuh Carlos Raul Sciuccati unggul 2-1. Hal itu juga berdampak pada koleksi nilai yang tak beranjak dari angka 12, hasil dari empat kali menang dan delapan kali kekalahan. 

Disamping itu, pada amar keputusan yang dilayangkan pada Kamis (31/8/2017) itu, Persijap juga didenda sebesar Rp 100 juta. 

“Persijap dinyatakan kalah walk out, padahal kami tidak pernah meninggalkan lapangan, bahkan hingga malam hari. Justru tim wasit yang pergi tanpa peluit panjang dan diikuti tim Persibat,” kata CEO Persijap Esti Puji Lestari dalam siaran persnya, Senin (4/9/2017).

Dari sudut pandang tuan rumah, keputusan wasit saat pertandingan sangat merugikan Persijap. Hal itu karena pemain Laskar Kalinyamat tidak merasa melanggar pemain Persibat, karena kaki dari Syarif Wijianto menyapu bersih bola, tanpa kontak fisik dengan striker Persibat. 

Esti dalam siaran persnya mengatakan, pertandingan masih berjalan saat itu. Ketika pemain Persibat hendak melepas tendangan penalti, namun urung karena ada beberapa suporter yang masuk ke lapangan. Hal itu membuat wasit yang memimpin pertandingan mengamankan pengadil lapangan. 

Terkait hukuman WO, Esti menyebut terjadi ketidaksinkronan pasal yang diberikan. Ia menyebut pasal 56 juncto pasal 31 Kode Disiplin PSSI adalah tentang pengancaman wasit. 

“Namun hukuman yang diberikan karena menolak pertandingan. Kalau terbukti menolak melanjutkan pertandingan seharusnya dinyatakan mundur. Tapi ini malah dianggap kalah WO dan jelas menguntungkan tim tertentu,” tegasnya.

Menyikapi hal itu, dirinya mengaku akan melakukan banding terhadap putusan Komdis PSSI. Hal itu dilakukan untuk mengklarifikasi semua dakwaan dan sanksi terhadap Persijap yang dianggap berlebihan dan tidak konsisten. 

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Tak Punya IMB, Pemilik Kos di Kawasan Kampus UMK Dipanggil Satpol PP

Selengkapnya →