Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Harga Anjlok, Petani Garam di Jepara Tuntut Stabilisasi Harga 



Reporter:    /  @ 15:08:21  /  4 September 2017

    Print       Email

Seorang petani garam di Jepara saat menggarap tambaknya, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Harga garam krosok ditingkat petani kini semakin merosot. Setelah sempat mencapai harga Rp 3000/kilogram, kini harganya hanya Rp 1.125-Rp 1.250 per kilogram. 

Ahmad Adib seorang petani garam menyatakan, penurunan harga lebih disebabkan dua hal. “Pertama karena ini sudah memasuki puncak panen garam, yang kedua keran impor garam kan dibuka jadi otomatis memengaruhi harga,” katanya ditemui diladang garamnya yang ada di Bulak Baru, Senin (4/9/2017).

Ia menyatakan, garam krosok  biasanya dijual per 80 kilogram. Sehingga harga yang setiap tombong (sak ukuran 80 kilogram) adalah Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu. 

Garam yang dibeli biasanya digunakan untuk kebutuhan industri yang berada di Belitung, Solo dan Pati. 

Dirinya memperkirakan, harga yang kini berlaku bisa stabil hingga memasuki musim penghujan. Namun hal itu bisa berubah ketika keran impor garam dari luar negeri dibuka besar-besaran. 

“Kemungkinan bisa turun, namun tidak banyak mungkin sekitar Rp 80 ribu per tombong. Namun ketika musim hujan harganya akan naik lagi, soalnya stok garam belum begitu banyak. Akan tetapi kalau impor dibuka lebar ya bisa lebih turun lagi. Maka dari itu, kami meminta agar pemerintah bisa menstabilkan harga garam krosok dengan tidak membuka impor terus-terusan,” ujarnya. 

Selain stabilitas harga, dirinya juga meminta pemerintah memberikan insentif berupa pemberian bantuan plastik geo membran. Hal itu karena faktor produksi terbesar berasal dari material tersebut.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Fasbuk Siap Lantunkan Kedamaian Lewat Sastra

Selengkapnya →