Loading...
You are here:  Home  >  Info Metro  >  Info Lainnya  >  Artikel ini

MUI Jateng Desak Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi Dicabut



   /  @ 15:38:36  /  4 September 2017

    Print       Email

Aung San Suu Kyi (Reuters via BBC)

MuriaNewsCom, Semarang – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah menyatakan mengutuk keras aksi kekejaman dan pembantaian yang terjadi pada komunitas muslim Rohingya, di wilayah Arakan, Rakhine, Myanmar. MUI mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas.

Salah satunya mendesak Presiden Indonesia Joko Widodo untuk mengajak kepala negara di ASEAN untuk mengeluarkan keanggotaan Myanmar di ASEAN.

Wakil Ketua Umum MUI Jawa Tengah, Prof Dr H Ahmad Rofiq MA dalam siaran persnya mengatakan, Kekejian militer Myanmar telah melakukan pembantaian dengan kejam terhadap warga muslim Rohingya.

”Penguasa Myanmar, Aung San Suu Kyi sebagai peraih Nobel Perdamaian, justru tidak berbuat apapun untuk menghentikannya, malah membiarkan,” katanya.

Oleh karenanya, MUI juga mendesak Royal Swedish Academy of Sciences Karolinska Institut Norwegian Nobel Committee untuk mencabut nobel perdamaian yang diberikan padanya.

“MUI Jawa Tengah mengutuk keras atas kekejian, kekejaman, dan kebrutalan militer Myanmar terhadap muslim Rohingya termasuk rezim penguasa dan pimpinan agama mayoritas yang melakukan pembiaran,” ujarnya.

Pihaknya juga Mendesak Presiden RI agar melibatkan Masyarakat ASEAN untuk meninjau dan mempertimbangkan kembali keanggotaan Myanmar di ASEAN. Karena dianggap sudah tidak pantas lagi untuk duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dalam komunitas masyarakat ASEAN.

“Mendesak para pemimpin agama di ASEAN, terutama pimpinan Buddha agar mengambil langkah kongkret untuk menghentikan kebiadaban tersebut atas nama agama,” kata dia.

Umat Islam di Jawa Tengah dan seluruh Indonesia juga disarankan untuk membaca qunut nazilah dan saalat ghaib bagi muslim Rohingya dan mendoakan semoga dicatat Allah sebagai para syuhada’.

“Kami juga menyerukan kepada aktivis kemanusiaan Indonesia dan internasional untuk menggalang dana guna membantu dan meringankan penderitaan para muslim di Rohingya,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Terpeleset, Penjaga Pintu Bendung Klambu Grobogan Hanyut di Sungai Lusi

Selengkapnya →